Menhub Minta Polisi Kejar Peneror Batik Air
Jumat, 17 April 2015 13:23 WIB
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (ANTARA FOTO/ David Muharmansyah)
"Saya rasa ini guyon saja tapi polisi tidak boleh mendiamkan karena sudah menggangu kepentingan umum," kata Jonan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, sebelum kembali ke Jakarta, sekira pukul 11.30 WIB.
Ia mengaku telah memerintahkan otoritas bandara setempat untuk meminta bantuan polisi mengejar pelaku.
"Ini harus diproses hukum, pelaku harus dikejar. Ini bisa, kan ada nomor teleponnya," kata Jonan.
Jonan menilai pilot telah mengambil langkah tepat ketika mendaratkan pesawat secara darurat begitu ancaman bom diterimanya.
"Artinya pesan ini diterima pilot melalui ATC, jika sebelum take off tentu lain cerita," ujar dia yang ke Palembang untuk mengecek bandara SMB II sebagai alternatif pendaratan pesawat peserta Konferensi Asia Afrika Bandung.
Berdasarkan penjelasan resmi Kementerian Perhubungan, pesawat Batik Air itu kemudian diarahkan untuk mendarat darurat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
"Telah mengalami pendaratan darurat karena terjadi block on pesawat Batik Air yang diterbangkan oleh Kapten Pilot Luther tujuan Ambon-Jakarta (CKG)," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Julius Andravida Barata.
Dia menjelaskan bahwa kapten pilot mendapatkan informasi pesan ancaman bom dari Pengendali Lalu Lintas Udara Ambon setelah pesawat berangkat menuju Jakarta. Luther kemudian memutuskan untuk mendaratkan pesawatnya di Makassar.
Ia mengaku telah memerintahkan otoritas bandara setempat untuk meminta bantuan polisi mengejar pelaku.
"Ini harus diproses hukum, pelaku harus dikejar. Ini bisa, kan ada nomor teleponnya," kata Jonan.
Jonan menilai pilot telah mengambil langkah tepat ketika mendaratkan pesawat secara darurat begitu ancaman bom diterimanya.
"Artinya pesan ini diterima pilot melalui ATC, jika sebelum take off tentu lain cerita," ujar dia yang ke Palembang untuk mengecek bandara SMB II sebagai alternatif pendaratan pesawat peserta Konferensi Asia Afrika Bandung.
Berdasarkan penjelasan resmi Kementerian Perhubungan, pesawat Batik Air itu kemudian diarahkan untuk mendarat darurat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
"Telah mengalami pendaratan darurat karena terjadi block on pesawat Batik Air yang diterbangkan oleh Kapten Pilot Luther tujuan Ambon-Jakarta (CKG)," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Julius Andravida Barata.
Dia menjelaskan bahwa kapten pilot mendapatkan informasi pesan ancaman bom dari Pengendali Lalu Lintas Udara Ambon setelah pesawat berangkat menuju Jakarta. Luther kemudian memutuskan untuk mendaratkan pesawatnya di Makassar.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenkum Jateng minta pemda pahami kategorisasi pidana diatur dalam UU 1/2026
19 January 2026 21:06 WIB
HNSI Batang minta nelayan pantura waspadai gelombang tinggi dan angin kencang
14 January 2026 14:52 WIB
KITB minta rekomendasi Gubernur Jateng dukung layanan tenaga listrik andal
18 December 2025 20:02 WIB
Gubernur Jateng minta kabupaten/kota perbanyak forum investasi genjot ekonomi
12 December 2025 21:39 WIB
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
"Garis Bawahi Ya Hanya kamaludin yang Minta Uang,Patrialis tidak Pernah," kata Basuki
01 February 2017 18:16 WIB, 2017
Pengacara Minta Penyidik Menyelidiki Laporan agar Membongkar Kasus Rekayasa Antasari
01 February 2017 16:25 WIB, 2017