Logo Header Antaranews Jateng

Disdik Kota Semarang Jamin Tak Ada 'Titipan' dalam PPD

Senin, 23 Juni 2014 17:16 WIB
Image Print
Ilustrasi

"Bagaimana mungkin ada 'titipan' karena sistemnya transparan. Masyarakat bisa memantau," kata Kepala Bidang Monitoring dan Pengembangan Disdik Kota Semarang Taufik Hidayat di Semarang, Senin.

Menurut Sekretaris Panitia PPD Kota Semarang 2014 itu, proses pelaksanaan PPD berlangsung secara "online" yang terangkum dalam website khusus dan masyarakat bisa memantaunya sewaktu-waktu.

Dengan sistem "online", kata dia, potensi terjadinya tindak kecurangan dalam pelaksanaan PPD bisa diantisipasi, termasuk siswa "titipan" dan manipulasi nilai agar bisa diterima di sekolah favorit.

"Semua orang bisa kontrol karena sistemnya terbuka. Jadi, tidak bisa macam-macam, misalnya manipulasi nilai, dan sebagainya. Perolehan nilai kan bisa dicek dalam sistem," tegasnya.

Ia menjelaskan sistem PPD tahun ini memang berbeda dari tahun lalu karena tidak hanya melihat nilai ujian nasional (UN) siswa, melainkan nilai sekolah siswa juga ikut menjadi pertimbangan.

"Penilaiannya, komposisi nilai UN dan nilai sekolah berbanding 70:30. Ini tidak bisa dimanipulasi karena nilai UN dan nilai sekolah tercantum dalam surat keterangan hasil UN (SKHUN)," katanya.

Peluang terjadinya manipulasi dalam nilai-nilai lainnya, yakni kemaslahatan, prestasi, dan lingkungan juga sudah tertutup karena ada tahapan verifikasi berkas yang harus dilewati pendaftar.

"Untuk nilai kemaslahatan atau anak guru harus disertai bukti surat keputusan (SK) PNS atau surat keterangan kepala sekolah tempat orang tuanya mengajar. Dari sini kan bisa dicek," katanya.

Untuk nilai prestasi, kata dia, piagam penghargaan yang dimiliki oleh siswa, misalnya dari kompetisi atau olimpiade juga harus disertakan dan harus dilegalisir oleh Disdik Kota Semarang.

Sementara untuk nilai lingkungan, kata dia, harus melampirkan kartu keluarga (KK) yang menyebutkan RT/RW, kelurahan, kecamatan di mana yang bersangkutan tinggal sehingga tidak bisa dimanipulasi.

"Mau menambahi nilai bagaimana caranya? Semuanya sudah diatur dalam sistem. Jadi, tertutup kemungkinan ada pihak yang mau curang, manipulasi nilai, termasuk siswa 'titipan'," kata Taufik.



Pewarta:
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026