
BI Purwokerto Siapkan Uang Pecahan Rp2,7 Triliun

"Jumlah tersebut meningkat sekitar 20 persen dibanding tahun 2013. Sebagai gambaran, di tahun 2013, penukaran uang oleh masyarakat dan penarikan oleh perbankan selama Ramadhan dan lebaran mencapai Rp2,3 triliun," kata Deputi Kepala Perwakilan BI Purwokerto Fadhil Nugroho, di Purwokerto, Senin.
Menurut dia, pada periode Ramadhan hingga Lebaran 2013, permintaan masyarakat terhadap uang pecahan terbesar adalah pada pecahan 20 ribuan disusul pecahan 10 ribuan dan 5 ribuan.
Sementara penarikan oleh perbankan terbesar adalah pecahan 50 ribuan, disusul 100 ribuan.
"Permintaan ini memang cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Di tahun 2011, penukaran dan penarikan oleh bank maupun masyarakat selama Ramadhan hingga menjelang lebaran sebesar Rp1,5 triliun, sedangkan di tahun 2012 meningkat menjadi Rp1,7 triliun," katanya.
Menurut dia, peningkatan penukaran uang pecahan tersebut terjadi karena adanya kecenderungan atau kebiasaan masyarakat dalam menghadapi lebaran yang identik dengan barang baru termasuk uang tunai yang mereka pegang.
"Masyarakat kita akan lebih bangga jika bisa memberikan uang lebaran kepada sanak saudara dalam bentuk uang yang masih baru atau 'crispy' atau yang lebih dikenal sebagai uang Hasil Cetak Sempurna (HCS)," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, BI akan melayani penukaran uang pecahan dari masyarakat berapapun besarnya.
Kendati demikian, dia mengatakan bahwa BI akan membatasi permintaan terhadap pecahan 1.000-an karena jumlahnya sangat terbatas.
"Penukaran uang untuk menghadapi lebaran tersebut dilayani mulai minggu pertama Ramadhan. Pelayanan penukaran uang dari hari Senin hingga Kamis, pukul 08.00-12.00 WIB," katanya.
Dia mengatakan bahwa BI Purwokerto juga menggandeng sejumlah perbankan untuk melayani penukaran uang selama Ramadhan hingga menjelang lebaran.
Menurut dia, perbankan yang turut berpartisipasi dalam penukaran uang, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, Bank Jateng, Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, PD BPR BKK Cilacap, BPR Surya Yudha, dan BPR Gunung Slamet.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menukarkan uang kepada para pedagang penukar uang, sehingga tidak perlu dipotong biaya yang memberatkan. Di Bank Indonesia, uang 100 ditukar 100, sejuta ditukar sejuta, gratis tanpa biaya," katanya.
Disinggung mengenai kemungkinan terjadinya lonjakan penukaran uang menjelang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang akan digelar pada 9 Juli 2014, Fadhil memperkirakan tidak akan terjadi lonjakan yang signifikan seperti saat menjelang Pemilu Calon Anggota Legislatif yang digelar pada 9 April.
Dia mengakui bahwa saat menjelang Pemilu Calon Anggota Legislatif, penukaran uang pecahan di BI Purwokerto sempat melonjak sangat signifikan karena dalam satu hari mencapai Rp7 miliar, yakni pada tanggal 8 April 2014.
Bahkan, kata dia, jumlah tersebut melampaui titik tertinggi penukaran uang pecahan pada masa Ramadhan hingga Lebaran 2013 yang sebesar Rp4 miliar.
Dalam kondisi normal, lanjut dia, transaksi penukaran uang pecahan di BI Purwokerto berkisar Rp300 juta hingga Rp400 juta per hari.
"Kami saat ini fokuskan penukaran uang untuk kebutuhan selama Ramadhan hingga lebaran. Berdasarkan data lima tahunan, penukaran uang saat menjelang pilpres tidak mengalami peningkatan yang signifikan, tidak seperti saat pileg," katanya.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
