
98 Siswa SMP Jateng Tak Lulus UN

"Ada 98 siswa tidak lulus UN SMP, terdiri atas 60 siswa SMP, 19 siswa madrasah tsanawiyah (MTs), dan 19 siswa SMP terbuka," kata Kepala Disdik Jateng Nur Hadi Amiyanto di Semarang, Jumat.
Ia menyebutkan jumlah peserta UN SMP dan sederajat di Jateng pada 2014 mencapai 501.508 siswa, sedangkan siswa yang dinyatakan lulus UN mencapai 501.410 siswa.
Dibandingkan dengan kelulusan UN SMP pada 2013, kata dia, ada kenaikan sebesar 0,207 persen pada kelulusan UN SMP 2014, sebab pada kelulusan UN SMP 2013 hanya mencapai 99,773 persen.
"Untuk jenjang SMP luar biasa lulus 100 persen. Dari jumlah peserta didik yang mengikuti UN sebanyak 213 siswa, semuanya dinyatakan lulus. Sama seperti pada pelaksanaan UN SMP tahun lalu," katanya.
Menurut dia, siswa SMP dan sederajat yang dinyatakan tidak lulus UN 2014 masih diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian kejar paket B atau memilih untuk mengulang UN pada tahun depan.
"Bagi yang berhasil, kami ucapkan selamat dan sukses atas kerja kerasnya. Namun, yang belum berhasil jangan berkecil hati karena masih ada kesempatan ujian kejar paket atau UN tahun depan," katanya.
Untuk pengumuman kelulusan SMP dan sederajat di tingkat sekolah, ia mengatakan sudah mengimbau seluruh daerah untuk melaksanakan pengumuman secara serentak pada Sabtu (14/6) mulai pukul 15.00 WIB.
Berkaitan dengan pengumuman kelulusan SMP dan sederajat, Disdik Jateng kembali mengimbau jajaran Disdik kabupaten dan kota untuk mengantisipasi euforia perayaan kelulusan yang dilakukan siswa.
"Kami imbau untuk berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat dan orang tua untuk mengantisipasi euforia siswa. Disdik kabupaten dan kota harus bisa mengendalikan siswa-siswanya," katanya.
Untuk kelulusan peserta ujian kejar paket B pada 2014 di Jateng mencapai 96,615 persen atau 461 siswa dari total peserta didik 13.159 siswa.
"Dibandingkan kelulusan ujian kejar paket B tahun lalu memang ada kenaikan sebesar 5,822 persen. Pada tahun lalu, tingkat kelulusan hanya 90,793 persen dari total 17.520 siswa," kata Nur Hadi.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Mugiyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
