
PKB Jateng Solid Dukung Pasangan Jokowi-JK

"DPW PKB Jateng ikut DPP PKB, mendukung pasangan Jokowi-JK. Menyeberangnya Mahfud Md. ke pasangan Prabowo-Hatta itu hak pribadi beliau. Kami menghormati," katanya di Magelang, Rabu.
Ia menyampaikan hal tersebut usai mengikuti Lokakarya Pengelolaan Cagar Budaya Candi Borobudur di Balai Konservasi Borobudur, Kabupaten Magelang.
Menurut dia, dukungan Mahfud Md. pada pasangan Prabowo-Hatta tidak akan berpengaruh secara signifikan.
"Saya kira tidak signifikan karena masyarakat kita ini bukan pribadi per pribadi, melainkan lebih pada mengikuti tokoh-tokoh di daerah yang lebih berperan. Jadi, kami coba mengorganisasi kiai-kiai di kampung-kampung dan nama Yusuf Kalla di mata masyarakat cukup menjual," katanya.
Ia mengatakan bahwa Jusuf Kalla adalah mustasar PBNU. Jusuf Kalla masuk dalam struktural PBNU sehingga cukup menjadi magnet untuk para kiai dan masyarakat.
"Di antara dua pasang capres-cawapres, yang jelas ke-NU-annya adalah pasangan Jokowi-JK. Maka, saya tidak begitu khawatirlah dengan Mahfud Md. mendukung pasangan Prabowo-Hatta," katanya.
Ia mengatakan bahwa target suara PKB Jateng untuk capres kewajibannya mengembalikan lagi sebanyak 2.200.000 suara hasil pemilu anggota legislatif kemarin untuk pasangan Jokowi-JK.
"Jumlah tersebut target wajib PKB dan sunahnya tambahan di kantong-kantong NU kami garap. Kalau dari koalisi, menargetkan sebanyak 70 persen suara di Jateng," katanya.
Untuk mewujudkan target tersebut, kata dia, PKB sudah mengumpulkan seluruh DPC PKB se-Jateng, dan pada hari Kamis (29/5) siang akan mengumpuilkan perwakilan santri dan kiai se-Jateng di Mangkang Semarang dan pada hari Kamis malam mengumpulkan seluruh caleg terpilih PKB.
"Para caleg terpilih merupakan mesin politik kami. Ini cara efektif menggerakkan mesin politik," katanya.
Menyinggung kampanye hitam, dia mengimbau kepada siapa pun pada Pilpres ini jangan dinodai kampanye hitam dengan memfitnah, apalagi menyakut isu sara.
"Kebebasan ini harus dimaknai dengan bertanggung jawab. Kami dukung Jokowi-JK maka kami coba memaparkan kelebihan dan potensi yang dimiliki pasangan tersebut tanpa menjelek-jelekkan pasangan lain. Isu sara itu harus dihindari, kita belajar untuk lebih dewasa," katanya.
Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Mugiyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
