
Ganjar: Underpass Jatingaleh Dibangun 2015
.jpg)
"Kalau tahap pembebasan lahan yang terkena proyek 'underpass' Jatingaleh bisa selesai tahun ini, maka pengerjaannya dapat dimulai 2015," katanya di Semarang, Kamis.
Ganjar menjelaskan Pemerintah Kota Semarang telah menyediakan dana sebesar Rp80 miliar guna pembebasan lahan milik warga yang terkena proyek pembangunan "underpass" Jatingaleh sepanjang 1,5 kilometer itu.
Menurut dia, proses pembangunan "underpass" Jatingaleh mulai dari pembebasan lahan hingga selesai pengerjaan membutuhkan waktu sekitar dua tahun.
"Pembangunan 'underpass' Jatingaleh akan menggunakan anggaran dari APBN, Pemprov Jateng, dan Pemkot Semarang, diharapkan 2016 mendatang kita sudah punya 'underpass'," ujarnya didampingi Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.
Rencananya, Dinas Bina Marga Kota Semarang akan membangun dua "underpass" masing-masing di Jalan Setiabudi, tepatnya sebelum tanjakan Jalan Gombel Baru dan di pertigaan Jalan Kesatrian dengan Jalan Teuku Umar.
Terkait dengan rencana jangka pendek untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di kawasan Jatingaleh, Ganjar mengungkapkan bahwa Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Semarang dan jajaran Satlantas Polrestabes Semarang akan melakukan rekayasa yang akan diujicoba mulai Selasa (13/5).
"Jadi nanti semua kendaraan yang keluar dari jalan tol atau Jalan Jatingaleh I tidak langsung memotong jalan belok ke kanan di Jembatan Tol tapi diarahkan ke Jalan Setiabudi (Gombel Baru) yang dibuat menjadi satu arah dan memutar di pertigaan Bukit Sari ke Gombel Lama, sedangkan kendaraan dari arah selatan juga diarahkan melalui Gombel Lama," kata politisi PDI Perjuangan itu.
Kemudian, kata Ganjar, kendaraan dari Jalan Karangrejo (Stadion Jatidiri) juga diarahkan memutar di Jalan Teuku Umar dan semua kendaraan dari utara (bawah) diarahkan ke jalur paling kiri di Jalan Setiabudi.
"Mulai depan kantor PLN Jatingaleh hingga di depan kantor pajak akan dibangun pembatas jalan yang permanen untuk mencegah kendaraan memotong jalur," ujarnya.
Ganjar mengakui sejak Jalan Tol Semarang-Solo, ruas Ungaran-Bawen, dibuka untuk umum, volume kendaraan yang keluar di jalan tol Jatingaleh semakin banyak sehingga rekayasa perlu segera dilakukan untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas.
"Memang ada beberapa kendala terkait dengan penerapan rekayasa lalu lintas seperti perlu pengerasan jalan bergelombang di Gombel Lama serta perlu penambahan rambu-rambu lalu lintas," katanya.
Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor:
Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
.jpg)