Logo Header Antaranews Jateng

Kementerian Investasi: Jateng primadona investasi

Selasa, 18 Agustus 2026 21:37 WIB
Image Print
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, dan Pasifik Kementerian Investasi dan Hilirisasi Saribua Siahaan, di Semarang, Selasa (18/8/2026). (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menyebutkan bahwa Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu daerah di Indonesia yang menjadi primadona investasi.

Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, dan Pasifik Kementerian Investasi dan Hilirisasi Saribua Siahaan, di Semarang, Selasa, mengatakan banyak investor melirik Jateng.

Hal tersebut disampaikannya saat bertemu dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, sebagai bagian dari rangkaian penilaian lapangan yang dilakukan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi di Jateng.

Menurut dia, dukungan penuh dari pemerintah provinsi, infrastruktur yang memadai, kemudahan perizinan, kondusifitas wilayah, dan living cost menjadi daya tarik para investor di luar negeri.

"Jawa Tengah ini primadona, selain infrastruktur yang bagus, terus sistem pemerintahan daerah dan perizinan bagus, living cost-nya kompetitif sehingga menjadi daya tarik investor untuk memilih Jawa Tengah sebagai tujuan investasi," katanya.

Ia mengatakan bahwa mempromosikan potensi investasi di Jateng kepada para calon investor juga cukup mudah dengan semua indikator tersebut.

Berdasarkan pengalamannya dalam mempromosikan potensi investasi dan meyakinkan investor, persoalan lahan dan perizinan menjadi indikator utama.

Kemudahan itu, lanjut dia, tidak lepas dari kolaborasi kuat antara Pemprov Jateng melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi.

Karakteristik Jateng, diakuinya, juga sangat menarik bagi investasi sektor manufaktur atau bersifat padat karya.

"Pengalaman saya sendiri (ketika menawarkan potensi investasi), investor yang memilih Jawa Tengah itu tidak hanya 1 atau 2. Yang jelas, Jawa Tengah itu primadona yang dilirik banyak investor," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan selama ini Jawa Tengah terus berupaya menjaga kondusivitas wilayah dan menciptakan iklim investasi yang sehat.

Kemudahan perizinan dan jaminan keamanan kepada calon investor terus didorong, serta didukung dengan regulasi, peningkatan infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia (SDM), dan lainnya.

"Menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif memang menjadi tanggung jawab kita semua. Investasi ini penting untuk perkembangan wilayah, mereduksi angka kemiskinan dan pengangguran," katanya.

Dari berbagai upaya tersebut, realisasi investasi di Jateng terus meningkat dari tahun ke tahun.

Sebagai gambaran, pada tahun 2025, realisasi investasi di Jateng mencapai sekitar Rp110 triliun, dan pada tahun ini, tepatnya sepanjang semester I-2026 sudah mencapai Rp59,94 triliun.

Meliputi, penanaman modal asing (PMA) Rp25,92 triliun, penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp22,62 triliun, serta usaha mikro dan kecil (UMK) Rp11,40 triliun. Serapan tenaga kerja semester I-2026 sudah mencapai sekitar 213 ribu orang.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026