Logo Header Antaranews Jateng

Arwan: Butuh Langkah Konkret Kurangi Emisi GRK

Rabu, 2 April 2014 15:39 WIB
Image Print
Sebagian biodata Arwandrija Rukma di tampilan komputer jinjingnya. (Hari Atmoko/dokumen)

"Yang perlu ditambahkan untuk segera melakukan upaya memasukkan berbagai aksi pengurangan pelepasan gas rumah kaca tingkat nasional dan daerah ke dalam sistem perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian kerja, serta anggaran pemerintah pusat dan daerah," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Magelang, Rabu.

Ia berjanji mendorong pemerintah mengeluarkan kebijakan konkret untuk mengurangi pelepasan emisi gas rumah kaca jika dirinya terpilih pada Pemilu 2014.

Arwan adalah caleg DPR RI nomor urut 5 dari Partai Hanura untuk Daerah Pemilihan Jawa Tengah VI yang meliputi Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Temanggung, dan Wonosobo. Dia saat ini juga menjabat sebagai Koordinator Sekretariat Regional Interim, Coral Triangle Initiative (CTI). CTI, adalah organisasi regional bidang pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan dengan anggota Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste, Kepulauan Solomon, dan Indonesia.

Pada Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat, 25 September 2009, Indonesia berjanji kepada dunia untuk turut mengurangi pelepasan gas itu hingga 26 persen sampai 2020.

Pada rangkaian kegiatan itu, kata Arwan yang kelahiran Magelang, 1 November 1970 dan pernah bekerja di Sekretariat Negara selama 13 tahun tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhono membacakan posisi Indonesia mengenai perubahan iklim yang kemudian membawa perubahan penting dalam pandangan negara-negara lain terhadap kesungguhan Indonesia untuk turut memberi sumbangan kepada pengurangan dampak perubahan iklim.

Melalui Peraturan Gubernur Jateng Nomor 43 Tahun 2012, katanya, Pemprov Jawa Tengah telah memiliki Dokumen Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Tahun 2010-2020.

Ia mengemukakan fungsi bumi dan kehidupan yang ditopangnya saat ini terancam oleh pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim secara ekstrem, sementara itu kawasan hutan Indonesia memiliki peran penting sebagai penangkal pemanasan global.

Janji Indonesia kepada masyarakat dunia untuk mengurangi pelepasan GRK, katanya, harus disukseskan guna mengurangi pemanasan global.

"Pentingnya didorong keberadaan dan pelaksanaan konkret berbagai dokumen perencanaan aksi tingkat nasional dan daerah untuk melaksanakan pengurangan laju GRK itu," kata Arwan yang juga bergelar doktor bidang ekonomi dari Kobe University, Jepang itu.

Ia menyatakan akan mendorong penyusunan rencana pembangunan baik tingkat pusat, provinsi, maupun daerah yang terkait dengan upaya konkret Indonesia untuk memenuhi janji pengurangan pelepasan GRK, jika dirinya menang dalam pemilu legislatif mendatang dan menjadi anggota DPR RI berasal dari Dapil Jateng VI itu.

Pada kesempatan itu, ia menyebut pentingnya sejumlah langkah untuk memenuhi janji Indonesia kepada masyarakat dunia terkait dengan pemanasan global itu.

Ia mengakui tidak mudah mentransformasi kesadaran bersama tersebut menjadi komitmen, keputusan, dan eksekusi politik negara tingkat tinggi.

"Persiapan dan pelaksanakan musrenbang secara koordinatif dan komprehensif dapat menjadi salah satu sarana efektif untuk mengakomodasi dan menanggapi keharusan pengintegrasian pengurangan emisi GRK," katanya.

Ia mengemukan tidak ada pilihan lain, selain memperlakukan berbagai tahapan untuk pengurangan emisi GRK itu, secara khusus.

"Karena kita tidak ingin mengingkari janji kita kepada dunia. Kita tidak ingin dicap sebagai bangsa yang pandai berjanji tapi lupa menepati. Kita ingin membuat sejarah. Bisakah juga Jawa Tengah menjadi provinsi yang menyumbang kepada pemenuhan janji Indonesia kepada dunia. Jawabannya pasti bisa," kata Arwan yang pada 2004-2007 menjabat Kepala Bagian Kerjasama Multilateral Biro Kerjasama Teknik Luar Negeri Sekretariat Negara itu.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026