
Arwan Kampanyekan Diri dari Bus dan Blusukan ke Pasar

Arwandrija yang akrab dipanggil Arwan di Semarang, Jumat, mengatakan pendekatan langsung ke masyarakat merupakan bagian pendidikan politik ke masyarakat mengenai pentingnya mengenal para calon wakil rakyat.
"Saya mengajak kepada masyarakat menjadi pemilih cerdas agar tidak memilih 'kucing dalam karung'. Pemilih dapat mengenal calon wakil mereka tidak sekadar dari baliho, spanduk, banner, poster, maupun stiker, tetapi juga karena kemampuan dan rekam jejaknya," kata Arwan yang meraih gelar doktor bidang ekonomi dari Kobe University-Jepang dan gelar Master in Public Administration and Management dari University of Antwerp, Belgia dengan Magna Cum Laude ini.
Caleg yang pernah bekerja di Sekretariat Negara selama 13 tahun ini menyatakan memilih cara mengenalkan diri ke pemilih secara langsung untuk menghindari "perang poster" yang menjadikan masyarakat hanya terpukau oleh "display" fisik masif dari para caleg.
"Saya tidak ingin ikut menyuburkan budaya 'display' fisik dan 'perang spanduk atau poster' yang akhirnya mengurangi keindahan dan kenyamanan ruang publik," kata Arwan yang sempat bekerja lima tahun di sebuah lembaga pelestarian alam internasional, The Nature Conservancy (TNC) dan setahun terakhir berkiprah di Coral Triangle Initiative (CTI).
CTI merupakan sebuah organisasi regional dalam bidang pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan beranggotakan Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste, dan Solomon Islands.
Saat mengenalkan diri dari antarbus dan pasar, caleg asal Magelang ini biasanya mengawali dengan berbincang langsung dengan masyarakat serta membagikan kertas lipat seukuran kartu nama berisi riwayat hidup.
Arwan yang baru pertama kali maju sebagai calon legislator ini mengaku optimistis cara yang dipakai untuk mengenalkan diri merupakan upaya terbaik, mendidik, dan lebih menghargai pemilih, meskipun tidak seluruh masyarakat yang ia temui memberikan respon positif.
"Cara ini (mendekat lansung ke konstituen, red.) memang tidak ampuh untuk menjangkau pemilih dalam jumlah besar, namun ini adalah bagian dari pendidikan politik agar masyarakat tidak salah memberikan suaranya kepada mereka yang akan menjadi wakil rakyat," demikian Dr. Arwandrija Rukma, SIP, MPAM.
Daerah Pemilihan Arwandrija Jateng VI meliputi Kota dan Kabupaten Magelang, Temanggung, Purworejo, dan Wonosobo. (ksm)
Pewarta: Nur Istibsaroh
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
