Logo Header Antaranews Jateng

Candi Borobudur Siaga Bencana

Jumat, 14 Februari 2014 13:12 WIB
Image Print
Sejumlah petugas Balai Konservasi Candi Borobudur menutup stupa menggunakan Tarpaulin. FOTO ANTARA/Anis Efizudin/ed/Spt/13

"Siaga bencana untuk Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon. Saya sudah instruksikan untuk segera dilakukan tindakan pencegahan," kata Kepala Balai Konservasi Borobudur, Marsis Sutopo di Magelang, Jumat.

Ia menuturkan, tindakan pencegahan yang dilakukan akibat terjadi hujan abu dari Gunung Kelud, yakni penutupan stupa dengan "cover" yang telah dimiliki untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi ancaman lebih lanjut.

"Kami tidak tahu kapan hujan abu akan selesai. Oleh karena itu sejak awal kami mengetahui terjadi hujan abu maka kami putuskan untuk pasang 'cover'," tuturnya.

Ia mengatakan pemasangan cover berupa terpalin tersebut untuk menutupi 72 stupa teras dan satu stupa induk. Cover juga dipasang di lantai tujuh hingga 10 Candi Borobudur yang sudah ada sistem drainasenya di bawah lantai.

"Penutupan lantai dilakukan di lantai tujuh hingga 10 karena paling banyak mendapatkan akumulasi hujan abu," ucapnya.

Menurut dia, tingkat keasaman (Ph) abu Gunung Kelud yang menutupi batuan candi sekitar lima hingga enam, tidak setinggi Ph abu vulkanik Gunung Merapi.

"Ph abu Merapi sekitar empat dan mempunyai potensi merusak dan mempercepat pelapukan batuan candi," ungkapnya.

Meskipun begitu, katanya, tidak bisa membiarkan abu Gunung Kelud itu menutupi batuan candi, karena jika terakumulasi dalam jumlah banyak akan mengganggu drainase, sehingga bisa mengganggu pelestarian candi.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026