
Pejabat: Jakarta Butuh Bandara Internasional Baru

Dadang Rukmana di Temanggung, Kamis, mengatakan, Bandara Soekarno-Hatta didesain hanya mampu menampung 24 juta penumpang per tahun, namun saat ini penumpang yang transit di bandara tersebut telah mencapai 47 juta per tahun.
"Sekarang penumpang sudah 47 juta per tahun dan pada 2020 diperkirakan bisa mencapai 100 juta hingga 120 juta per tahun, jadi keselamatan terancam. Memang sebagian penerbangan lokal dialihkan ke Bandara Halim, tetapi tidak akan menyelesaikan masalah dalam jangka panjang," katanya.
Ia menuturkan, Bandara Halim Perdanakusuma didesain untuk militer, bukan untuk penerbangan sipil. Untuk jangka pendek pemindahan penumpang ke bandara tersebut sedikit membantu. Namun, ke depan dengan adanya harga tiket pesawat yang makin murah dan mobilitas penduduk tinggi, jika hanya memiliki satu bandara saja itu tidak cukup.
Ia mengatakan, kota-kota besar di negara lain memiliki dua bandara, seperti Bangkok memiliki dua bandara, Jepang juga punya dua bandara.
Guna mengantisipasi kelebihan daya tampung penumpang di bandara Soekarno-Hatta, katanya, sudah ada perencanaan membangun bandara international baru di daerah Karawang.
Menurut dia, rencana tersebut sudah memasuki tahap studi, sedangkan realisasinya masih menunggu keputusan politik pemerintah.
Ia mengatakan, lokasi di Karawang itu paling bagus karena ada keterhubungan dengan Jakarta.
"Di Karawang ada 9.000 hektare lahan. Fisiknya belum tahu kapan akan dibangun, tapi studinya sudah. Perhubungan sudah menyurati PU untuk dimasukan dalam rencana tata ruang," katanya.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
