
Dana Operasional RT/RW Kota Solo Naik Rp200.000

Kabag Pemko Solo kepada wartawan di Solo, Jumat, mengemukakan, total anggaran operasional yang bersumber dari APBD 2014 yakni untuk RT Rp3,249 miliar. Nilai anggaran itu diperuntukkan kepada 2.708 RT yang ada di Solo.
Tiap-tiap RT, sambungnya, bakal mendapat Rp 1,2 juta per tahun atau naik dibandingkan tahun 20013 yang hanya Rp 1 juta dalam setahun.
Adapun untuk 601 RW disiapkan anggaran sekitar Rp480 juta sehingga tiap RW dijatah Rp 800.000 per tahun. Nominal anggaran operasional itu juga mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 600.00 per RT per tahun.
Dikatakan, revisi anggaran tersebut diberlakukan setelah masa dua tahun tak ada kenaikan. Menurutnya penambahan jatah biaya operasional didasarkan pada tingkat kebutuhan dan kemandirian RT/RW.
"Pemanfaatan anggaran tersebut sebatas untuk mendukung kebutuhan dan kegiatan operasional RT/RW. Misalnya untuk belanja alat tulis kantor (ATK), fotokopi, atau konsumsi kalau ada rapat RT/RW. Arahannya memang bukan untuk fisik (pembangunan)," katanya.
Adapun mekanisme pemberian dana tersebut masih seperti tahun lalu, yakni menyatu dengan rekening panitia pembangunan kelurahan (PPK). Dalam hal ini, PPK tetap harus melalui tahapan pembuatan proposal sebelum dana bisa dicairkan.
Heru mengakui kemungkinan bakal ada RT yang belum mendapat bantuan anggaran operasional. Yakni untuk RT-RT baru hasil pemekaran yang baru-baru saja dilakukan. Menurutnya, hingga saat ini Pemkot Surakarta belum menerima laporan dari kelurahan, terkait hasil pemekaran RT di wilayah bersangkutan. Padahal, anggaran operasional yang bersumber dari APBD 2014 sudah digedok.
"Ya seperti di Mojosongo dan Kadipiro informasinya kan ada pemekaran RT, kami masih menunggu laporan dari kelurahan seperti apa. Kalau sudah jelas jumlah dan datanya, akan kami usulkan anggaran tambahan di APBD Perubahan 2014," katanya.
Pewarta: Joko Widodo
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
