Logo Header Antaranews Jateng

Pertamina Ajak Masyarakat Kelola Lingkungan

Minggu, 13 Oktober 2013 19:13 WIB
Image Print
ilustrasi


"Jadi, kita mulai dari apa yang dilakukan oleh Pertamina Cilacap seperti membawa kesadaran baru terhadap lingkungan berupa mengelola sampah untuk dijadikan kompos," kata Pejabat sementara (Pjs) General Manajer Pertamina RU IV Cilacap Dadi Sugiana di Cilacap, Minggu.

Dadi mengatakan hal itu kepada wartawan usai peresmian Kampoeng Proper yang ditandai dengan pembukaan selubung patung Pangeran Diponegoro dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup, Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-68 TNI, HUT Ke-63 Kodam IV/Diponegoro, serta Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional Tingkat Kabupaten Cilacap yang diselenggarakan di pintu gerbang Area 70 Pertamina RU IV, Pantai Teluk Penyu, Cilacap.

Selain itu, dia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Musicool sebagai bahan baku penyejuk udara (AC) yang ramah lingkungan karena pemakaian energinya lebih rendah.

"Dengan pemakaian energi lebih rendah maka sumber daya alam yang dibutuhkan seperti minyak bumi atau batu bara menjadi lebih kecil, kerusakannya pun akan lebih rendah. Kemudian, kita gelorakan biopori terutama di kilang sendiri dan perumahan," katanya.

Ia mengharapkan kerusakan lingkungan akan menurun dan dapat dikelola dengan lebih baik jika masyarakat bisa menghemat penggunaan energi.

Dia mengakui pembangunan Kampoeng Proper ini merupakan bagian dari upaya Pertamina RU IV Cilacap untuk meraih penghargaan Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup. Pertamina RU IV Cilacap telah empat kali mendapatkan penghargaan Proper Hijau.

"Saya kira ini bagian untuk meraihnya karena syarat mendapat proper, untuk biru sudah taat lingkungan, kalau hijau sudah lebih taat, sedangkan emas itu sudah sampai memberdayakan masyarakat untuk ikut mengelola lingkungan. Nah inilah bagian dari peran kita untuk bisa secara bertahap mendapat penilaian yang baik," katanya.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa penilaian bukan merupakan tujuan utama Pertamina melainkan menciptakan keharmonisan lingkungan.

Saat memberi sambutan dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Cilacap Akhmad Edi Susanto mengatakan bahwa lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi dan hak konstitusional bagi setiap warga negara Indonesia.

"Oleh karena itu, negara, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan berkewajiban untuk melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan agar lingkungan hidup Indonesia dapat tetap menjadi sumber dan penunjang hidup bagi rakyat Indonesia serta makhluk hidup lain," katanya.

Menurut dia, kondisi lingkungan saat ini sudah mengalami kerusakaan yang berasal dari ulah manusia.

"Maka untuk menyelamatkan lingkungan, tema Hari Lingkungan Hidup Tahun 2013 adalah Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi untuk Selamatkan Lingkungan," katanya.

Terkait peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, dia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati yang ada di di dunia karena keanekaragaman hayati itu sangat bermanfaat untuk manusia dan makhluk hidup lainnya terutama pada masa-masa yang akan datang.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup menyerahkan secara simbolis lima ekor rusa untuk dikembangbiakan di Kampoeng Proper. Rusa-rusa tersebut selama ini hidup di sekitar Benteng Pendem, Pantai Teluk Penyu, Cilacap.

Informasi yang dihimpun, selain untuk menangkarkan rusa, Kampoeng Proper juga akan menangkarkan penyu, pengembangan pembangkit listrik tenaga angin, pembudidayaan mangrove, dan menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka pelestarian lingkungan.



Pewarta:
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026