Logo Header Antaranews Jateng

Permainan Persisko Tak Terganggu Masalah Gaji

Jumat, 28 Juni 2013 20:25 WIB
Image Print

"Pemilik klubnya, saya. Saya CEO dan pelatihnya, anak buah saya belum dibayar, tetapi dia (para pemain, red.) mau main bola," kata Pelatih Persisko Yusran di Cilacap, Jumat petang.

Yusran mengatakan hal itu kepada wartawan usai dijamu PSCS Cilacap dalam laga perdana babak 12 besar Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama Grup A di Stadion Wijayakusuma, Cilacap.

Dia mengakui bahwa anak-anak Persisko lebih profesional dalam bermain. Namun, klubnya tidak bisa profesional karena tidak bisa memenuhi kewajiban.

Oleh karena itu, dia mengharapkan pemerintah mencabut Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006 yang direvisi menjadi Permendagri Nomor 59/2007 terkait dengan larangan penggunaan dana APBD untuk membiayai klub sepak bola profesional.

"Tolonglah pemerintah cabut Permendagri itu karena orang Indonesia kan manja-manja, tidak bisa cari uang," katanya.

Terkait dengan kekalahan 2-0 saat dijamu PSCS, menurut dia, hal itu masih lebih baik daripada kalah 4-0 karena timnya lebih banyak bertahan.

"Nanti di kandang, kita akan coba untuk memenangi pertandingan," katanya.

Kendati demikian, dia menyayangkan ofisial dan Pelatih PSCS Cilacap yang keluar dari bangku pemain.

"Saya sangat tidak merespons hal-hal semacam itu, ofisialnya keluar, pelatihnya juga keluar, jangan begitu, tidak boleh. Kapan kita bisa membesarkan wasit-wasit kita kalau tidak membiarkan dia besar sendiri," katanya.

Sementara itu, kapten kesebelasan Persisko Fadli Fernanda mengakui bahwa timnya kurang beruntung saat dijamu PSCS Cilacap.

"Tadi gol-golnya dihasilkan melalui 'shooting' dari jauh," katanya.



Pewarta:
Editor: Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026