Logo Header Antaranews Jateng

Buruh Ingin Upah Naik

Rabu, 26 Juni 2013 08:14 WIB
Image Print
Buruh mengangkut pasir dari dalam perahu, ke atas truk, di Desa Mangunan, Pademawu, Pamekasan, Jatim, Selasa (28/5). Mereka mendapat upah sekitar Rp 15 ribu hingga Rp 18 ribu per hari. FOTO ANTARA/Saiful Bahri/ed/ama/13

"Kami menuntut Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah tentang upah minimum kabupaten/kota tahun 2013 direvisi dan upah dinaikkan," kata Koordinator lapangan Gerbang Jateng Prabowo Luh Santoso di Semarang, Selasa.

Tuntutan kenaikan upah tersebut mengacu adanya ketimpangan upah yang lebih rendah dari hasil survei kebutuhan hidup layak (KHL).

Ia mencontohkan upah minimum Kota Semarang sebesar Rp1.209.100, sementara hasil survei bersama yang dilakukan buruh dengan anggota DPRD Semarang bulan Juni 2013 seharusnya sebesar Rp1,9 juta.

Selain itu, kenaikan harga BBM juga diikuti kenaikan harga barang dan jasa, terutama harga bahan pokok yang sudah dua kali naik, yakni pada saat wacana dan saat kenaikan.

Di Kota Semarang, lanjut Prabowo, survei pasar pada bulan Juni 2013 sebelum kenaikan harga BBM, harga daging ayam yang sebelumnya Rp26 ribu per kilogram menjadi Rp28 ribu/kg, telur ayam dari Rp14.500 ribu/kg menjadi Rp18.500/kg, dan daging sapi yang semula Rp75 ribu/kg menjadi Rp86.500/kg.

Sementara itu, harga material bangunan di Solo naik hingga 20 persen (kenaikan tahap pertama saat sudah ada wacana kenaikan harga BBM) dan diperkirakan kembali naik setelah kenaikan harga BBM dan menjelang Lebaran.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026