
Nelayan Semarang Berharap Jatah Solar Bersubsidi

"Kami berharap bisa mendapat solar bersubsidi Rp4.500 per liter, karena harga itu saja sudah termasuk tinggi bagi para nelayan," kata Duduk Sutomo (35), salah satu nelayan Tambaklorok di Semarang, Sabtu.
Apalagi kebutuhan solar per hari paling rendah 20--25 liter dan pada saat musim tangkapan tinggi bisa 30--40 liter setiap perahu.
Padahal nelayan tidak diperbolehkan membeli harga solar di SPBU sehingga terpaksa mendapatkan dari para pengecer dengan harga lebih tinggi.
Mereka mengaku harga yang berasal dari para pengecer terlalu tinggi karena pendapatan dari melaut berkisar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu.
"Jika sekali jalan membutuhkan solar 25 liter dengan harga Rp5.300 per liter, tentu biaya untuk bahan bakar untuk sekali jalan Rp132.500, sementara pendapatan Rp150 ribu," katanya.
Pewarta: Nur Istibsaroh
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
