Logo Header Antaranews Jateng

Hari Tari Dunia, Solo Menari 24 Jam

Senin, 22 April 2013 14:57 WIB
Image Print
Penari membawakan tari Umbul Donga dalam rangka peringatan Hari Tari Dunia (World Dance Day) di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jateng, Minggu (29/4). Hari Tari Dunia diperingati dengan kegiatan menari secara simultan di sejumlah tempat umum Kota Solo sel

Peserta ke Solo masing-masing dengan biaya sendiri, kata Ketua Panitia Hari Tari Sedunia Solo Prof Dr Sri Rochana W kepada wartawan di kampus ISI Kentingan Solo, Senin.

Mereka berasal dari Solo sebagai tuan rumah, Kediri, Surabaya, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Palembang, dan lain-lian.

Ia mengatakan, peringatan Hari Tari Dunia yang digelar Institut Seni Indonesia (ISI) Solo dengan Pemkot Surakarta merupakan yang ketujuh.

Kegiatan ini diharapkan bisa membangkit seni tari di masyarakat dan tidak hanya di Solo, tetapi di Indonesia dan bahkan dunia.

Dikatakannya, peringatan Hari Tari Dunia akan dimulai dari halaman Kampus ISI Solo pada pukul 06. 00 WIB dan terus dilanjutkan di beberapa titik yang telah dipersiapkan.

Empu tari asal ISI Solo Wahyu Satoso Prabowo, S.Kar.M.Hum akan menari selama 24 jam tanpa berhenti dengan didampingi para mahasiswa dan dosen lainnya.

"Ya Pak Wahyu nanti beserta dosen lainnya dan para mahasiswa akan menari selama 24 jam tanpa berhenti dengan menarikan karya-karyanya di ISI Solo," kata Sri Rochana.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026