Logo Header Antaranews Jateng

Swasembada Gula dan Daging Optimistis Tercapai

Selasa, 26 Maret 2013 12:22 WIB
Image Print
Aktivitas jual beli sapi di Pasar Sapi Bekonang, Bekonang, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jum'at (15/2). Melonjaknya harga sapi yang mencapai Rp2.000.000 per ekornya sejak sebulan terakhir berimbas pada sulitnya penjualan sapi. FOTO ANTARA/Herka Yanis Panga

Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo di Semarang, Selasa mengatakan bahwa segala upaya untuk mewujudkan swasembada gula sudah dilakukan mulai dari pemilihan bibit tebu, pemetaan wilayah tanam, alat pengolah lahan, ketersediaan pupuk, pabrik, dan alat panen tebu yang serba modern.

Pernyataan Gubernur Jawa Tengah tersebut disampaikan dalam sambutannya di acara peresmian website Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi (SiHaTi) di Kantor Bank Indonesia Semarang.

"Untuk pabrik, di Jateng ada 13 pabrik, lima dalam kondisi baik dan delapan kurang bagus. Ada juga pabrik gula baru di Kabupaten Blora," katanya.

Sementara untuk swasembada daging, lanjut Bibit Waluyo sudah dimulai dengan ketersediaan 50 sapi pejantan yang diambil spermanya untuk disuntikkan ke sapi lokal atau inseminasi buatan, sehingga saat ini ada sekitar 2,2 juta ekor sapi potong.

"Rumah Pemotongan Hewan (RPH) juga dibuat modern, sehingga Jateng tidak lagi menjual sapi tetapi sudah dalam bentuk daging," katanya.

Adanya RPH modern tersebut, maka akan dapat membuka lapangan pekerjaan baru seperti menyamak kulit dan menjadikan tulang menjadi pupuk.

Dari hasil pemotongan sapi tersebut, untuk kualitas pertama dapat dijual ke Jakarta, sementara kualitas nomor dua dan seterusnya bisa dikonsumsi daerah sendiri.

"Sistem yang ada sudah benar dan Jateng bisa swasembada tidak hanya beras, tetapi gula, dan daging sapi," katanya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026