
Siswa SMK 17 Magelang Studi Pentas
"Kegiatan itu sebagai upaya menuangkan kreativitas dan apresiasi siswa," kata guru teater SMK 17 Kota Magelang Tri "Gepeng" Setyonugroho di Magelang, Sabtu.
Pergelaran berlangsung di "Stage SMK 17 Kota Magelang" selain ditonton para siswa sekolah itu juga pegiat seni di daerah dengan tiga kecamatan tersebut.
Ia mengatakan ajang tahunan itu juga untuk memberikan kebebasan para siswa khususnya Kelas X dalam berkarya sekaligus media pendidikan kesenian, khususnya seni teater.
Lakon "Gegayuhan" dengan sutradara Erma Meilani itu, antara lain tentang kondisi masyarakat kelas bawah yang makin sulit menjalani kehidupannya, menghadapi elite politik, dan kebijakan pemerintahan yang makin jauh dari niatan positif menyejahterakan rakyat.
"Mereka diombang-ambingkan oleh permainan penguasa dan birokrasi, yang hanya mementingkan kepentingan politik dan golongan. Akhirnya rakyat berontak," kata Tri.
Ia menjelaskan tentang pesan yang ingin disampaikan melalui lakon itu, antara lain rakyat kecil akan bereaksi keras bila menghadapi situasi kehidupan yang tidak berpihak kepada kepentingan kesejahteraan mereka.
"Akhirnya pengadilan kembali ke tangan rakyat, ketika rakyat sudah tak tahan lagi dengan perilaku sewenang-wenang penguasa," katanya.
Menurut rencana, siswa sekolah itu akan melanjutkan studi pentas dengan mengangkat lakon "Rejowinangun" pada pementasan Sabtu (30/3) sore.
Pewarta: M Hari Atmoko
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026