
Sembilan Warga Keracunan Masih Dirawat

"Sembilan korban akibat keracunan makanan saat acara hajatan kini masih dirawat di RS, sedangkan seratusan lainnya hanya menjalani rawat jalan," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali Yulianto Prabowo di Boyolali, Selasa.
Ia mengatakan empat di antara sembilan warga dirawat di Puskesmas Ngemplak, masing-masing dua orang di RSU Pandanarang dan RS Asyifa Sambi, serta satu lainnya di RS Yarsis Solo.
Jumlah korban keracunan, kata dia, kemungkinan bisa bertambah, karena dari data korban pada Senin (25/2) pagi, hanya 70 orang, namun kemudian sore harinya meningkat menjadi sekitar 90 orang, dan Selasa menjadi 134 orang.
Ia menjelaskan gejala keracunan mulai dirasakan warga setelah menghadiri hajatan di rumah Sukimin, warga Desa Sobokerto pada Minggu (24/2) malam. Jumlah warga yang hadir dalam hajatan itu sekitar 400 orang.
"Warga mulai merasakan keracunan makanan sekitar pukul 22.00 WIB. Gejalanya hampir sama, yakni pusing, mual, dan muntah," katanya.
Ia menjelaskan dari hasil pemeriksaan sementara terhadap beberapa sampel makanan, korban mengalami gejala keracunan setelah mereka mengonsumsi es buah pada hajatan.
Akan tetapi, katanya, warga yang tidak memakan es buah tidak mengalami keracunan.
Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
