
23 Pemain Mendapat Sanksi PSSI Djohar Arifin

Berdasarkan hasil Rapat Komisi Disiplin PSSI di Kantor PSSI Senayan Jakarta, Senin, pemain yang mangkir pemanggilan Timnas itu dilarang beraktivitas sepak bola selama enam bulan.
Selain larangan beraktivitas di persepakbolaan nasional selama enam bulan, 23 pemain ini juga harus membayar denda sebesar Rp100 juta dan harus langsung disetor ke rekening PSSI.
"Mereka telah bertingkah laku buruk dengan tidak memenuhi panggilan Timnas untuk kualifikasi Piala Asia," kata anggota Komite Disiplin PSSI Catur Agus Saptono usai sidang.
Menurut dia, dasar sanksi yang diberikan kepada pemain yang turun di kompetisi Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Premier League (IPL) berdasarkan pasal 78 ayat 1 tentang Kode Disiplin.
Catur menambahkan, 23 pemain yang mendapatkan sanksi ini mendapatkan surat keputusan tersendiri. Hanya saja para pemain ini masih diberikan kesempatan banding dalam 14 hari kedepan.
"Sebenarnya ada dua fokus sidang hari ini. Selain pemain timnas, sidang membahas perangkat pertandingan. Tapi untuk poin kedua belum diputuskan saat ini," kata Catur menambahkan.
Berdasarkan nama yang tercantum pada surat keputusan Komite Disiplin PSSI, 21 diantaranya adalah pemain ISL sedangkan yang turun di kompetisi dibawah kendali PSSI Djohar Arifin Husin hanya dua pemain.
Adapun pemain ISL yang mendapatkan sanksi diantaranya Busari, Fachruddin, M. Roby, Zukifli Syukur, Ahmad Bustomi, I Made Wirawan, Atep, M. Ridwan, Tantan, Samsul Arif.
Selanjutnya Ricardo Salampessy, Patrich Wanggai, Immanuel Wanggai, Ian Kabes, Lukas Mandowen, Ortizan Solossa, Victor Igbonefo, Greg Nwololo dan Boaz Solossa.
Sedangkan dua pemain dari kompetisi IPL yang mendapatkan sanksi adalah Irfan Raditya dan Aji Saka. Kedua pemain ini berasal dari klub Arema Indonesia.
Pewarta: -
Editor:
hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
