
Puluhan Rumah Rawan Longsor

"Puluhan rumah penduduk yang rawan longsor tersebut, tersebar di empat dukuh," ujarnya, di Kudus, Senin.
Keempat dukuh tersebut, yakni Dukuh Krajan, Tumpuk, Wetan Kali, dan Semliro. Adapun jumlah keluarga yang ada di desa setempat, mencapai 1.498 keluarga.
Untuk itu, dia mengimbau masyarakat di daerah rawan longsor agar lebih waspada, terutama ketika curah hujan mulai meningkat.
Apalagi, lanjut dia, saat ini sudah ada salah satu rumah warga di Dukuh Wetan Kali yang mengalami longsor, meskipun hanya terjadi pada bangunan dapurnya.
Dapur milik Muh. Zuhri tersebut, katanya, mengalami longsor pada Minggu (13/1) malam sekitar pukul 23.00 WIB, saat wilayah sekitar diguyur hujan deras.
Atas kejadian tersebut, katanya, warga sekitar secara gotong royong ikut membersihkan bekas longsoran tanah, karena pepohonan yang ada di bawah bangunan rumah tersebut juga ikut terbawa longsoran tanah menuju saluran air yang ada di bawahnya.
Bencana tanah longsor di Desa Rahtawu sudah sering terjadi, termasuk peristiwa tanah longsor yang menimpa empat rumah warga, sehingga mengalami kerusakan bervariasi.
Berdasarkan peta rawan bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, untuk daerah rawan bencana tanah longsor tersebar di 13 desa, meliputi Desa Rahtawu, Menawan, Jurang, dan Kedungsari (Kecamatan Gebog), Desa Terban (Kecamatan Jekulo), serta Desa Soco, Ternadi, Japan, Kuwukan, Puyoh, Colo, Dukuh Waringin, dan Cranggang (Kecamatan Dawe).
Sedangkan daerah yang rawan bencana banjir yakni tersebar di 29 desa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Kaliwungu dua desa, Undaan sebanyak 14 desa, Jekulo lima desa, dan Mejobo delapan desa.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
