Logo Header Antaranews Jateng

Museum Chrysler Tutup

Jumat, 30 November 2012 16:16 WIB
Image Print

Pada 1 Januari mendatang, museum yang berlokasi di kawasan Auburn Hills kantor pusat Chrysler itu, seperti disebut Autonews, akan berganti menjadi museum pameran khusus yang dikelola Chrysler Group LLC.

Sementara, Yayasan The Walter P. Chrysler Museum sebagai pengelola sebelumnya telah mengumumkan kepada lima pegawai dan 126 sukarelawan tentang rencana itu.

"Museum kami telah menghadapi tantangan keuangan serupa institusi-institusi budaya lainnya, bahkan (institusi) yang telah berdiri lama," kata CEO Yayasan the Walter P. Chrysler Museum, Brian Glowiak.

"Kami percaya satu-satunya strategi yang dapat dilakukan yaitu dengan menggabungkan .. yayasan museum dengan Yayasan Chrysler," kata Glowiak yang juga menjabat Wakil Presiden Yayasan Chrysler.

Chrysler, yang memiliki bangunan museum dan telah memberikan berbagai dukungan pengelolaan, berencana membeli seluruh aset yayasan museum senilai beberapa juta dolar AS.

Hasil penjualan aset itu, termasuk koleksi 67 kendaraan bersejarah dan koleksi lainnya, akan dialihkan ke Yayasan Chrysler sekaligus beserta yayasan museum.

"Tujuannya adalah kami akan tetap mempertahankan museum. Bukan hanya museum enam hari seperti saat ini, melainkan juga untuk pameran-pameran khusus bagi karyawan, pensiunan, dan masyarakat umum," kata Glowiak.

Chrysler Corporation mendirikan museum itu pada 1999. Sejak 2008, produsen mobil itu membentuk yayasan nonprofit Chrysler Museum Foundation untuk mengelola museum itu.

Sejumlah mobil antik koleksi Museum Chrysler yaitu Rambler Runabout Roadster produksi 1902, Hudson Model 20 Roadster produksi 1909, Dodge Brothers Touring produksi 1915, dan Plymouth Model Q Coupe produksi 1928.



Pewarta:
Editor: Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026