Logo Header Antaranews Jateng

KA Argo Bromo Anjlok di Brebes

Jumat, 16 November 2012 19:36 WIB
Image Print
Ilustrasi (antarafoto.com)

Tidak ada korban jiwa pada peristiwa yang terjadi di Kecamatan Wanasari itu, tetapi mengakibatkan perjalanan kereta api terganggu dan para penumpang terlantar sekitar satu jam.

Hingga kini, penyebab anjoknya KA bernomor loko CC 2039812 dengan sembilan rangkaian gerbong tersebut belum bisa diketahui pasti.

Pada peristiwa itu, sebanyak empat dari sembilan rangkaian gerbong KA Argo Anggrek itu keluar dari bantalan rel dan kini masih dalam proses evakuasi.

Bahkan, akibat anjloknya KA tesebut jadwal keberangkatan sejumlah KA, seperti KA Cirebon Ekspres (Cirek) dari Stasiun Tegal tujuan Jakarta yang seharusnya diberangkatkan sekitar pukul 16.15 WIB dan KA Muria yang akan diberangkatkan dari Stasiun Tegal sekitar pukul 18.10 WIB dipastikan tertunda.

Hariatmo (43) penumpang KA Argo Anggrek yang berada pada rangkaian gerbong empat itu mengatakan bahwa KA anjlok terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.

Saat itu, katanya, beberapa penumpang kaget karena KA yang melaju dengan kecepatan tinggi itu mendadak berhenti.

"Kami kaget karena tiba-tiba kereta berhenti mendadak sehingga para penumpang segera turun dari KA dan mendapati beberapa rangkaian kereta anjlok," katanya.

Menurut dia, KA Argo Anggrek ini sejak melaju dari Surabaya sekitar pukul 08.10 WIB dan berhenti di Stasiun Kota Pekalongan, tidak mengalami kendala apapun.

Yudi, penumpang KA Argo Anggrek asal Surabaya mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti penyebab anjloknya KA yang ditumpanginya.

"Saya tidak tahu penyebabnya karena sebelum KA anjlok sedang tertidur. Kami terbagun saat ada bunyi benda berbenturan keras," katanya.

Petugas kondektur KA Argo Anggrek, Sadira mengatakan bahwa meski mengalami anjlok, PT KAI akan memberangkatkan perjalanan KA Agro Anggrek itu setelah proses evakuasi selesai.

"Sebanyak lima gerbong yang bisa ditarik untuk diberangkatkan meneruskan perjalanan lagi sedangkan empat gerbong lagi terpaksa ditinggal untuk proses evakuasi. Penyebabnya kami belum tahu," katanya.



Pewarta:
Editor: Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026