
Pelabuhan Kendal Dioptimalkan

"Kalau pelabuhan ini (Kendal, red.) bisa dioptimalkan, kenapa tidak? Jangan hanya dimanfaatkan sebagai pelabuhan yang melayani penyeberangan saja," katanya usai meninjau Pelabuhan Kendal, Jateng, Selasa.
Menurut dia, Jateng selama ini memiliki industri penghasil produk kayu terbesar sehingga perlu didukung sarana pelabuhan yang besar untuk melayani kegiatan ekspor-impor, tidak hanya Pelabuhan Tanjung Emas.
Apalagi, kata dia, seiring dengan pemberlakuan sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) yang mensyaratkan kayu legal yang boleh diekspor, seluruh pelabuhan harus siap menerapkannya, termasuk Pelabuhan Kendal.
"Ini (Pelabuhan Kendal, red.) kedalaman dermaganya saja kurang dari 15 meter. Kapal-kapal besar tentunya akan susah merapat. Ini sangat disayangkan sebab pelabuhan bisa mendorong kemajuan daerah," katanya.
Bayu berharap segera ada upaya pembenahan dan pengembangan untuk menjadikan Pelabuhan Kendal yang rencananya dioperasikan secara resmi mulai 2013 menjadi pelabuhan samudera yang berkelas internasional.
Sementara itu, Bupati Kendal Widya Kandi Susanti mengakui masih banyak yang perlu disiapkan untuk membuat Pelabuhan Kendal menjadi berkelas internasional, seperti infrastruktur, bea cukai, dan sarana air bersih.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
