Logo Header Antaranews Jateng

Rupiah Melemah Lima Poin

Kamis, 4 Oktober 2012 11:02 WIB
Image Print
Ilusstrasi - Rupiah. (FOTO ANTARA News/Ferly)

Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Kamis pagi bergerak melemah sebesar lima poin menjadi Rp9.610 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.605 per dolar AS.

"Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipicu imbas pernyataan negatif Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy, yang menyatakan tidak akan mengajukan permohonan bailout tambahan pada pertemuan Euro Group pekan depan," ujar analis Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan, sentimen negatif lainnya, data defisit neraca perdagangan Australia yang dirilis dinilai memburuk.

"Tetapi, di sisi lain, pelemahan rupiah sedikit tertahan setelah dirilis indeks sektor jasa dan penjualan ritel negara-negara kawasan euro yang di rilis cukup baik," kata dia.

Pelaku pasar, lanjut dia, juga menantikan pengumuman suku bunga acuan dari Bank of England (BoE) dan bank sentral Eropa (ECB).

Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara Ruly Nova menambahkan, investor masih mengkhawatirkan neraca perdagangan Indonesia yang masih defisit, kondisi itu membuat nilai tukar rupiah berada dalam area negatif.

Meski demikian, lanjut dia, neraca perdagangan Agustus yang mencatatkan surplus menjadi sentimen positif bagi rupiah sehingga pelemahannya terhadap dolar AS tidak terlalu dalam.

Ia memperkirakan, hingga akhir tahun neraca perdagangan Indonesia akan mengalami surplus sehingga rupiah mempunyai ruang penguatan ke depannya.

"Hingga akhir tahun ini, secara moderat rupiah diperkirakan berada pada level Rp9.400 per dolar AS," kata dia.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026