
Panen Ubur-Ubur untuk Penuhi Pasar Ekspor

"Ubur-ubur mentah dijual dengan harga saat ini Rp700 per kilogram kepada pedagang dan pengusaha dari Cilacap dan selanjutnya akan diekspor ke beberapa negara seperti Hongkong dan China," katanya di Kebumen, Selasa.
Sejak beberapa hari terakhir, katanya, para nelayan di Pantai Pasir dan Karangduwur panen ubur-ubur. Hasil tangkapan mereka setiap hari rata-rata 100 ton.
Bahkan, katanya, selama tujuh hari terakhir hasil tangkapan ubur-ubur oleh nelayan di dua kawasan pantai setempat itu mencapai 1.200 ton.
Ia mengatakan, panen ubur-ubur membawa dampak cukup signifikan terhadap perekonomian masyarakat nelayan setempat.
"Selain mereka mendapat tambahan penghasilan dari tangkapan tersebut, kaum ibu-ibu juga mendapat berkah tersendiri dari panen ubur-ubur. Mereka, antara lain dilibatkan dalam proses pembersihan, penggaraman, dan proses pengemasan, sebelum akhirnya dijual ke pedagang," katanya.
Ia menjelaskan, penanganan hasil tangkapan seperti pembersihan ubur-ubur sejak ditangkap, pemilahan, pengasinan, hingga pengemasan memerlukan waktu antara lima hingga tujuh hari.
Bupati Kebumen Buyar Winarso dalam kunjungan lapangan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasir dan Karangduwur menyebut perairan setempat memiliki potensi yang cukup bagus untuk meningkatkan perekonomian nelayan di kawasan selatan Jateng itu.
"Tak hanya produksi ikannya, tetapi produksi ubur-ubur juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Untuk itu kita harus selalu menjaga keseimbangan lingkungan laut, agar keberlangsungan kehidupan ikan di laut selalu terjaga," katanya.
Data Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Kebumen menyebutkan, hingga saat ini produksi perikanan setempat telah mencapai 2.283.064 ton dengan nilai jual mencapai Rp26.305.204.135, atau telah mencapai 87,68 persen dari target sekitar Rp30 miliar.
Pendapatan asli daerah berasal dari sektor itu yang pada 2012 ditarget Rp555.000.000, hingga saat ini telah terealisasi sebesar Rp476.515.900 atau 85,86 persen.
Produksi sektor kelautan dan perikanan di daerah itu berasal dari delapan TPI yakni Karangduwur, Argopeni, Pasir, Logending, Criwik, Tanggulangin, Tegalretno, dan Rowo.
Pewarta : M Hari Atmoko
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
