
Michelin Indonesia Perluas Jaringan Pemasaran

Siaran pers PTMI di Jakarta, Selasa, menyebutkan, hingga akhir 2011, perusahaan itu memiliki 14 perwakilan atau dealer sehingga totalnya saat ini mencapai 22 dealer. Delapan dealer baru selama 2012 antara lain berada di Wilayah Aceh dan Kupang (NTT).
Sebanyak 22 dealer itu tersebar di sejumlah kota besar di 17 provinsi di Indonesia. Perusahaan itu juga mendukung dan mendorong dealer-dealer tersebut untuk menjalin kerja sama dengan 176 subdealer pada segmen mobil penumpang dan truk ringan serta 136 subdealer pada segmen truk dan bus. Michelin juga memiliki gudang di Bekasi untuk memudahkan distribusi ban kepada dealer.
"Peningkatan jumlah dealer di kota-kota besar di Indonesia menjadi komitmen kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada para konsumen pengguna ban michelin," kata Direktur PTMI, Jean-Pierre Kopp dalam siaran pers itu.
Ia optimistis konsumen Michelin di Indonesia akan terus tumbuh. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di level 6,5 persen mendorong penjualan otomotif, baik roda dua maupun roda empat, meningkat.
Selain itu, penjualan kendaraan untuk kegiatan bisnis seperti truk dan bus juga akan semakin bertambah. Peningkatan penjualan otomotif tersebut akan berdampak pada naiknya kebutuhan ban.
"Perseroan Terbatas Michelin Indonesia memiliki produk ban yang sangat terjamin kualitasnya mulai ban untuk roda dua, kendaraan penumpang, maupun bus dan truk," sebut Kopp.
Perseroan Terbatas Michelin Indonesia merupakan bagian dari Michelin Group dan mulai beroperasi di Indonesia pada bulan April 2011. Sebelumnya, produk-produk ban Michelin sudah masuk dan menjadi pilihan konsumen di Indonesia lebih dari 15 tahun lalu.
Michelin memproduksi dan memasarkan ban untuk berbagai tipe kendaraan, termasuk pesawat udara, mobil penumpang, sepeda, kendaraan alat berat, peralatan pertanian, truk dan bus, dan sepeda motor.
Pewarta: -
Editor:
Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
