Logo Header Antaranews Jateng

Krisis air, warga Swiss dilarang cuci mobil dan siram taman

Minggu, 16 Agustus 2026 05:26 WIB
Image Print
Ilustrasi Swiss. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)

Moskow (ANTARA) - Sejumlah pemerintah daerah di Swiss menetapkan langkah penghematan air di tengah kekeringan dan panas ekstrem, sehingga masyarakat dilarang mencuci mobil, menyiram taman, serta mengambil air dari sungai untuk petani.

Pekan lalu, dinas cuaca nasional MeteoSuisse menyatakan peringatan kekeringan tertinggi, pada tingkat empat, untuk seluruh wilayah Swiss. Karena itu, hampir seluruh dari 26 wilayah kanton Swiss menetapkan pembatasan penggunaan air.

Menurut laporan harian Blick, Jumat, otoritas Kanton Aargau, yang berbatasan dengan Jerman, melarang warga menyiram taman, mengisi kolam renang, dan mencuci kendaraan.

Pemerintah setempat juga melarang petani mengambil air dari sungai, sehingga menimbulkan masalah serius bagi petani yang mengeluhkan terjadinya situasi kritis. Langkah serupa juga ditetapkan pemerintah Kanton Basel.

Sementara itu, tingkat air di Danau Zurich menurun secara signifikan. Kekeringan panjang juga berdampak pada tingkat air di Danau Constance serta Sungai Rhein Hilir.

Masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan di Swiss tengah, seperti di Gunung Pilatus di dekat Kota Lucerne, terpaksa mengandalkan pasokan air minum dari mobil tanker atau traktor.

Pemerintah Kota Solothurn juga melarang petani mengambil air dari sungai. Larangan tersebut berlaku sampai waktu yang tidak ditentukan.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026