Logo Header Antaranews Jateng

Kemendes-Bank Dunia menjajaki Program Sehati di Banyumas

Selasa, 7 Juli 2026 13:19 WIB
Image Print
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono (dua dari kiri) saat menerima audiensi tim dari Kemendes PDT dan Bank Dunia di Ruang Joko Kahiman, kompleks Pendopo Si Panji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (7/7/2026). ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Bank Dunia menjajaki pelaksanaan Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Pangan Terintegrasi (Sehati) di Kabupaten Banyumas melalui audiensi dengan pemerintah daerah dan kunjungan lapangan ke sejumlah desa.

Ditemui usai menerima audiensi tim dari Kemendes PDT dan Bank Dunia di Ruang Joko Kahiman, kompleks Pendopo Si Panji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan program tersebut nantinya memberikan pendampingan kepada desa-desa terpilih.

“Maksimal sekitar 20 desa bisa menerima stimulan hingga sekitar Rp500 juta per desa per tahun, disertai pelatihan dan dukungan sarana sesuai kebutuhan desa," katanya.

Ia mengatakan Program Sehati merupakan program prioritas Kemendes PDT bersama Bank Dunia untuk memperkuat ketahanan pangan, ekonomi hijau, dan pemberdayaan masyarakat desa.

Menurut dia, bantuan yang diberikan tidak seluruhnya berbentuk dana tunai, juga pengadaan barang sesuai kebutuhan desa.

“Banyumas saat ini baru memiliki empat desa yang menjadi lokasi penjajakan awal. Namun, pemerintah kabupaten akan mengupayakan agar jumlah desa penerima manfaat dapat bertambah hingga sekitar 20 desa,” katanya menegaskan.

Ia mengharapkan program tersebut diharapkan mampu memperkuat badan usaha milik desa (BUMDes), kelompok swadaya masyarakat, serta pembangunan infrastruktur produktif yang dibutuhkan masyarakat.

Bupati mengatakan proses seleksi desa akan dikoordinasikan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Banyumas sesuai ketentuan Kemendes PDT.

Sementara dalam audiensi, Kepala Dinpermades Kabupaten Banyumas Hirawan Danan Putra mengatakan audiensi tersebut menjadi bagian dari kunjungan tim Kemendes PDT dan Bank Dunia untuk memperkenalkan sekaligus meninjau pelaksanaan Program Sehati di Banyumas.

“Hari ini (7/7) tim dijadwalkan mengunjungi Desa Wlahar Kulon di Kecamatan Patikraja dan Desa Tumiyang di Kecamatan Kebasen, kemudian dilanjutkan pada hari Rabu (8/7) ke Desa Pengadegan di Kecamatan Wangon serta Desa Karanganyar di Kecamatan Jatilawang untuk mengidentifikasi potensi penguatan ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi desa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Layanan Pengadaan Kemendes PDT Rio Pongpadati mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari persiapan implementasi Program Sehati yang direncanakan berlangsung pada 2027-2031.

Menurut dia, tim melakukan pengumpulan data mengenai kelembagaan desa, tata kelola keuangan, serta mekanisme pengadaan barang dan jasa sebagai dasar pelaksanaan program.

“Program yang didukung pendanaan sekitar 600 juta dolar Amerika Serikat itu juga akan menentukan desa penerima manfaat berdasarkan kualitas kelembagaan, tata kelola keuangan, dan kesiapan menjalankan program,” katanya.

Koordinator Tim Program Sehati Bank Dunia Nur Hidayat mengatakan Program Sehati disusun untuk mendukung prioritas pemerintah dalam membangun dari desa melalui penguatan ekonomi berkelanjutan di tengah keterbatasan kapasitas fiskal.

Menurut dia, Bank Dunia bersama Kemendes PDT, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, dan Bappenas menyusun program yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan, pengembangan ekonomi hijau, dan pemberdayaan masyarakat desa.

“Program Sehati ditargetkan mulai diimplementasikan pada 2027 setelah tahap perencanaan selesai pada akhir 2026,” katanya.

Pada tahap awal, kata dia, program akan menyasar sekitar 7.000 desa berstatus berkembang dan maju melalui mekanisme seleksi berbasis proposal.

Audiensi tersebut juga diisi paparan yang disampaikan oleh Tim Kerja Program Sehati kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas

Dalam paparan tersebut dijelaskan bahwa Program Sehati menggunakan pendekatan end-to-end, yakni mengintegrasikan pembangunan infrastruktur produktif, penguatan kelembagaan ekonomi desa, dan peningkatan kapasitas masyarakat.

Komponen investasi infrastruktur direncanakan disalurkan melalui mekanisme transfer ke desa, sedangkan dukungan peralatan dan sarana diberikan melalui bantuan pemerintah sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing desa.

Baca juga: Gubernur Jateng menerima penghargaan kelola sampah dari Kemendes PDT



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026