Logo Header Antaranews Jateng

Presiden panen raya udang di Kebumen

Sabtu, 23 Mei 2026 15:35 WIB
Image Print
Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (kanan) menjaring udang saat panen raya udang di lokasi Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). Kawasan tambak seluas sekitar 100 hektare tersebut memiliki nilai produksi mencapai sekitar Rp67,2 miliar per siklus atau berpotensi menembus Rp134,4 miliar per tahun dan mampu menyerap ratusan tenaga kerja. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/bar

Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto tiba di lokasi Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Desa Tegal Retno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu, untuk meninjau secara langsung pelaksanaan panen raya udang.

Dipantau dari siaran YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Presiden Prabowo datang dengan kendaraan dinas Maung Garuda untuk meninjau beberapa fasilitas dan mendapatkan informasi dari Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengenai produk-produk yang dihasilkan dari tambak tersebut.

Presiden yang juga didampingi oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Sekretariat Kabinet Teddy Indra Wijaya mengunjungi tambak udang dan mempraktikkan secara langsung proses panen udang menggunakan metode jaring.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengamati teknis pengambilan udang dari kolam. Sesekali, Presiden terlihat berdialog dengan para petugas di lapangan guna mendengarkan penjelasan terkait aktivitas operasional tambak yang tengah berlangsung.

Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen merupakan proyek strategis yang dibangun dalam kurun waktu 2022-2023. Kawasan ini memiliki luas lahan total mencapai 100 hektare, dengan 65 hektare di antaranya telah terbangun dan beroperasi penuh.

Infrastruktur kawasan ini dirancang secara terintegrasi, meliputi 139 kolam produksi, sistem intake air laut, tandon utama seluas 3 hektare, saluran inlet dan outlet, serta 17 unit IPAL klaster dan IPAL utama seluas 2 hektare.

Selain itu, terdapat pula fasilitas pendukung seperti laboratorium, gudang pakan, bangsal panen, hingga workshop.

Memasuki tahun keempat operasional dengan siklus produksi kedelapan, BUBK Kebumen telah menunjukkan capaian produktivitas yang optimal. Hingga saat ini, tercatat total produksi mencapai 1.151.497 kg dengan nilai ekonomi sebesar Rp83.349.216.000 yang berkontribusi bagi negara dalam bentuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Dari sisi ketenagakerjaan, BUBK Kebumen menjadi penggerak ekonomi lokal dengan menyerap 145 tenaga kerja tetap serta memberdayakan sekitar 500 tenaga harian lepas setiap harinya. Kawasan ini kini menjadi tolok ukur modernisasi budidaya udang di Indonesia.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026