Logo Header Antaranews Jateng

BKKBN Jateng fokus turunkan "unmet need" tahun ini

Rabu, 22 April 2026 22:20 WIB
Image Print
Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Rusman Effendi saat Rapat Koordinasi Teknis Program Bangga Kencana Provinsi Jateng, di Semarang, Rabu (22/4/2026). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Semarang (ANTARA) - BKKBN Jawa Tengah menjadikan penurunan angka unmet need atau kebutuhan KB yang tidak terpenuhi sebagai salah satu fokus program tahun 2026.

Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Rusman Effendi, di Semarang, Rabu, mengatakan bahwa capaian Program Bangga Kencana di wilayah tersebut sebenarnya sudah menunjukkan tren positif.

Namun demikian, kata dia, di tengah berbagai capaian tersebut, masih terdapat beberapa indikator strategis yang perlu menjadi perhatian bersama.

Ia menyebutkan angka kelahiran menurut kelompok umur 15-19 tahun (age specific fertility rate/ASFR 15-19) di Jateng yang masih cukup tinggi, yakni sebesar 20,4 per 1.000 perempuan 15-19 tahun.

Serta, proporsi kebutuhan KB yang terlayani (demand satisfied) di Jateng juga baru tercapai sebesar 86,30 persen dari target 87,23 persen.

"Kondisi ini ditengarai dipengaruhi oleh meningkatnya angka unmet need dari 9,3 menjadi 10 persen," katanya, di sela Rapat Koordinasi Teknis Program Bangga Kencana Provinsi Jateng.

Karena itu, ia menekankan perlunya lebih memfokuskan upaya pada penurunan "unmet need" guna mencegah kehamilan yang tidak diinginkan

"Unmet need" adalah persentase wanita usia subur (15-49 tahun) berstatus kawin yang tidak ingin anak lagi atau ingin menjarangkan kehamilan, tetapi tidak menggunakan alat/cara kontrasepsi.

Selain itu, kata dia, meningkatkan penggunaan metode kontrasepsi modern pada pelayanan KB baru, KB pascapersalinan, serta penggunaan MKJP (metode kontrasepsi jangka panjang).

"Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan program berjalan optimal dan tepat sasaran," katanya.

Melalui rapat koordinasi teknis, kata dia, pihaknya berharap implementasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK), penguatan program KB dan kesehatan reproduksi, serta pembangunan keluarga berbasis siklus hidup dapat berjalan lebih efektif, terintegrasi dan berdampak nyata.

"Rapat koordinasi teknis ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi daerah yang sudah dilakukan. Hari ini menindaklanjuti secara teknis poin-poin nota kesepahaman antara perwakilan BKKBN Jateng dengan Kepala Dinas OPD KB se-Jateng," katanya.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026