
Petani di Blora tewas kehabisan darah usai terkena pisau mesin gerinda

Blora (ANTARA) - Seorang petani berinisial S (69), warga Desa Karang, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah mengalami luka parah akibat terkena mata pisau yang dipasang pada mesin gerinda, Selasa.
Korban diduga mengalami kecelakaan saat sedang melakukan aktivitas pertukangan di rumah anaknya. Mata pisau yang dipasang pada mesin gerinda patah dan terpental hingga mengenai kaki korban.
Kasi Humas Polres Blora AKP Midiyono mengatakan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), mata pisau sepanjang sekitar 14 sentimeter yang dipasang pada mesin gerinda tersebut menyangkut pada jaring paranet di dekatnya saat mesin dihidupkan.
"Pisau tersebut kemudian patah dan terpental hingga mengenai kaki korban," kata Midiyono di Blora, Selasa.
Ia mengatakan akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka terbuka cukup dalam pada bagian paha kiri serta luka pada pergelangan kaki kanan hingga menyebabkan patah tulang.
Berdasarkan pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Bogorejo, korban meninggal dunia akibat kehabisan darah setelah pembuluh darah arteri di bagian paha putus.
"Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh anak korban, AZ (39), sekitar pukul 11.00 WIB saat mencari keberadaan ayahnya di rumah kakaknya, Marpuah, yang saat itu dalam keadaan kosong namun kerap digunakan korban untuk bekerja," ujarnya.
Saat masuk ke dalam rumah, kata dia, saksi mendapati korban sudah tergeletak telentang dengan kondisi bersimbah darah.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi kemudian melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti berupa mesin gerinda, dua mata pisau modifikasi, jaring paranet, serta beberapa peralatan pertukangan lainnya.
"Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," ujarnya.
Pewarta: Gunawan
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
