
Pemprov Jateng menyalurkan insentif 230.830 guru agama sepanjang 2025

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyalurkan insentif bagi 230.830 guru agama Islam di sepanjang 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jawa Tengah, Gunawan Sudharsono, di Semarang, Sabtu, mengatakan, masing-masing guru agama menerima Rp1,2 juta melalui alokasi anggaran sebesar Rp277 miliar.
Selain insentif bagi guru agama, kata dia, terdapat dua program untuk pesantren dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang juga telah dijalankan, yakni bisyaroh (tali asih) santri penghafal Al Quran dan beasiswa santri dan pengasuh pesantren.
Program tali asih bagi penghafal Al Qur’an yang dialokasikan bagi 2 ribu santri pada 2025 juga sebagian besar telah disalurkan.
Penyaluran itu, kata dia, akan berlanjut pada 2036 dengan jumlah penerima sama, sebesar Rp1 juta per orang.
Adapun beasiswa bagi santri dan pengasuh pesantren, lanjut dia, telah dimulai pada 2026 ini yang diawali dengan proses pendaftaran.
Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan Rp6,8 miliar untuk beasiswa bagi 90 penerima manfaat yang akan menempuh pendidikan di dalam maupun luar negeri.
"Untuk tahun 2025, semua anggaran tersebut sudah kita cairkan semua, dan akan kita lanjutkan pada tahun 2026," kata Gunawan.
Sementara Ketua Tim Bidang Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah, Ali Ansori, mengatakan, pencairan insentif guru agama dan bisyaroh santri penghafal Al Quran disalurkan melalui lembaga ini lewat skema hibah
Insentif untuk guru agama, bisyaroh santri penghafal Quran, dan beasiswa santri dan pengasuh pesantren, merupakan komitmen Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin untuk membangun pondasi moral dan ilmu untuk warga pesantren.
Baca juga: Kejaksaan hentikan kasus guru honorer yang rangkap jabatan
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
