Logo Header Antaranews Jateng

Ramadhan dan pengabdian senyap pekerja Kilang Cilacap

Jumat, 27 Februari 2026 19:10 WIB
Image Print
General Manager Kilang Cilacap Wahyu Sulistyo Wibowo (kiri) bersama sejumlah pekerja memantau produksi bahan bakar minyak di ruang kontrol Kilang Cilacap beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Kilang CIlacap
Bagi kami, menjaga keandalan operasional adalah bagian dari ibadah

Cilacap (ANTARA) - Di tengah suasana Ramadhan yang sarat spiritualitas dan meningkatnya kebutuhan energi masyarakat, pekerja PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit IV Cilacap tetap menjalankan operasional kilang 348 ribu barrel per hari demi menjaga pasokan nasional.

Ramadhan menghadirkan ritme yang berbeda dalam kehidupan masyarakat. Aktivitas sahur dan berbuka puasa, peningkatan konsumsi rumah tangga, hingga mobilitas menjelang Idul Fitri menjadi bagian dari dinamika tahunan.

Dalam konteks itu, keberlanjutan pasokan energi menjadi faktor krusial agar roda ekonomi dan aktivitas sosial tetap berjalan lancar.

Sebagai kilang terbesar di Indonesia, RU IV Cilacap menopang sekitar sepertiga kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional dan mayoritas distribusi di Pulau Jawa.

Kapasitas 348 ribu barrel per hari bukan sekadar angka produksi, melainkan cerminan tanggung jawab strategis terhadap ketahanan energi nasional.

Di ruang kontrol utama, operator memantau parameter operasi secara waktu nyata (real time) melalui sistem digital terintegrasi.

Setiap indikator tekanan, suhu, dan aliran bahan baku diawasi ketat untuk memastikan seluruh unit proses bekerja dalam batas aman dan optimal.

Sementara itu, tim teknis di lapangan melakukan inspeksi berkala guna menjaga keandalan peralatan.

Baca juga: Kilang Cilacap salurkan Rp60 juta lewat Safari Ramadhan

“Ramadhan adalah bulan penguatan nilai. Bagi kami, menjaga keandalan operasional adalah bagian dari ibadah, ikhtiar memastikan energi tetap tersedia bagi masyarakat,” ujar Area Manager Communication, Relations and CSR RU IV Cilacap Agustiawan.

Ia menjelaskan seluruh unit produksi dijalankan sesuai kapasitas terpasang dengan penguatan monitoring, optimalisasi perawatan, serta kesiapsiagaan tim selama 24 jam penuh.

Koordinasi dengan fungsi distribusi juga diperkuat agar pasokan dapat tersalurkan ke terminal BBM, bandara, hingga berbagai wilayah tanpa hambatan.

Bagi para pekerja, menjalankan tugas di bulan puasa memiliki makna tersendiri. Sebagian berbuka puasa di area kerja, sebagian lainnya tetap bersiaga saat masyarakat menikmati waktu bersama keluarga.

Dedikasi itu dijalani dalam senyap, tanpa sorotan, namun berdampak luas bagi jutaan pengguna energi.

Nyala api flare yang terlihat di sudut kilang seolah menjadi simbol konsistensi, terang, stabil, dan terkendali. Ia menyala sebagai bagian dari sistem pengamanan proses, sekaligus metafora tentang pengabdian yang terus hidup, bahkan di saat sebagian orang beristirahat.

Baca juga: 9.000 takjil Kilang Cilacap perkuat silaturahmi warga

Dengan sistem operasional terintegrasi dan dukungan sumber daya manusia yang siaga, Kilang Cilacap memastikan komitmen menjaga ketahanan energi nasional tetap terjaga selama Ramadhan.

Di bulan yang mengajarkan kesabaran, disiplin, dan ketulusan ini, energi bukan sekadar komoditas. Ia adalah hasil kerja kolektif dan pengabdian tanpa henti, agar masyarakat dapat menjalani Ramadhan dengan tenang dan penuh keberkahan di seluruh penjuru negeri.

Baca juga: Relpi Cilacap salurkan bantuan korban banjir Karangreja
Baca juga: Kilang Cilacap jadikan Ramadhan momentum introspeksi



Pewarta:
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026