
Legislator minta Pemprov Jateng kreatif mencari pendapatan selain pajak

Semarang (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, meminta pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Ahmad Luthfi-Taj Yasin, kreatif dalam mencari alternatif sumber penerimaan daerah yang signifikan, selain yang berasal dari pajak kendaraan bermotor.
"Ke depan ini perlu kreativitas," kata Saleh di Semarang, Rabu.
Menurut dia, saat ini sumber pendapatan terbesar hanya dari perbankan, yakni Bank Jateng yang merupakan BUMD milik pemerintah daerah ini
Selain itu, pendapatan juga berasal dari penerimaan pajak kendaraan bermotor.
Saleh menyebut banyak potensi pendapatan yang berasal dari pengelolaan aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang belum dioptimalkan.
Oleh karena itu, ia mendorong optimalisasi penataan aset.
Ia mencontohkan salah satu tempat istirahat di di ruas Tol Semarang-Solo yang merupakan aset milik pemprov.
"Kalau dikelola dengan baik tentu akan menjadi sumber pendapatan, tidak hanya dari pajak," katanya.
Masukan lain juga disampaikan oleh pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Nur Hidayat Sardini.
Menurut dia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki Badan Riset dan Inovasi Daerah yang seharusnya mampu potensi-potensi pendapatan selain pajak.
"Badan riset jangan hanya mengurusi jurnal. Mengapa problem permanen di daerah tidak digali," katanya.
Ia mendorong badan riset daerah untuk mencari sumber pendapatan baru.
Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah mencatat rata-rata kenaikan pajak kendaraan bermotor sebesar 13,94 persen
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan diskon pajak sebesar 5.persen yang berlaku hingga akhir 2026 untuk membantu mengurangi beban masyarakat.
Baca juga: Pemprov Jateng berikan diskon pajak kendaraan 5 persen
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
