
Pengamat: Ada kesenjangan komunikasi kinerja birokrasi

Semarang (ANTARA) - Pengamat politik Universitas Diponegoro Semarang Nur Hidayat Sardini menyatakan masih ada kesenjangan komunikasi dalam penyampaian kinerja Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin terhadap persepsi publik.
"Sayang sekali gubernur dan wakil gubernur yang sudah bekerja keras, tetapi tidak dilihat oleh masyarakat," kata pengamat yang akrab disapa NHS itu saat diskusi bertajuk "1 Tahun Luthfi-Yasin, Ngopeni Nglakoni Jateng" di Semarang, Senin.
Ia menjelaskan persepsi publik tidak terbentuk secara memadai atas kinerja satu tahun Ahmad Luthfi-Taj Yasin.
Menurut ia, persepsi publik terhadap kinerja birokrasi yang tidak terekam dengan baik secara terus-menerus akan mengakibatkan munculnya mispersepsi.
"Kalau ini terus terjadi maka akan terjadi krisis legitimasi dan akan mendegradasi prestasi gubernur," katanya.
Menurut NHS, kondisi tersebut harus segera diperbaiki, khususnya oleh Dinas Komunikasi dan Informatika, yang selama ini dinilai masih bekerja dengan paradigma lama.
"Pencitraan butuh kerja keras, tetapi jangan sampai over publish," katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Tengah Zulkifli Gayo mengatakan bahwa Gubernur Ahmad Luthfi merupakan tipe kepala daerah yang tidak terlalu menyukai publikasi.
Meski demikian, ia sepakat perlu adanya pembenahan gaya komunikasi publik ke depannya.
"Ke depan akan dirumuskan gaya komunikasi publik agar apa yang sudah dilakukan gubernur dan wakil gubernur bisa dirasakan langsung masyarakat," katanya.
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
