
45 Korban Sukhoi Berhasil Teridentifikasi

Pengumuman hasil identifikasi lebih cepat enam hari dari perkiraan waktu sebelumnya yang dijadwalkan pada hari Sabtu (26/5) mendatang.
"Proses identifikasi keseluruhan korban Sukhoi telah berakhir pada hari Minggu 20 Mei pukul 13.00 WIB atau hari kedelapan dimulainya pencocokan pos mortem dan ante mortem di Posko DVI RS Polri," kata Kapusdokkes Polri, Brigjen Pol. Mussadeq Ishaq saat menggelar jumpa pers di ruang Gedung Utama RS Polri Dr. Soekanto, Minggu (20/5) pukul 17.00 WIB.
Ia mengatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan tugas membuka posko ante mortem DVI di Bandara Halim Perdanakusuma sejak pesawat Sukhoi Superjet 100 yang sedang melakukan joy flight dinyatakan hilang di Gunung Salak pada tanggal 9 Mei 2012.
Tim Ante Mortem mengumpulkan data dari pihak keluarga korban yang ikut dalam pesawat Sukhoi tersebut. "Tim post mortem mulai aktif bekerja pada 11 Mei setelah tim Basarnas mengevakuasi jenazah dari lokasi jatuhnya pesawat," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tim DVI bekerja secara ilmiah dan profesional dengan prinsip cepat, tepat, dan akurat sehingga hasil data identikasi dipastikan mencapai 100 persen.
"Proses identifikasi yang dilaksanakan sejak delapan hari di RS Polri berdasarkan data gigi geligi, DNA, tanda-tanda medik, dan properti," katanya menjelaskan.
Mussadeg mengatakan pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut serta terlibat, baik itu para ahli forensik dari beberapa perguruan tinggi maupun ahli forensik dari Rusia yang membantu tugas tim DVI selama melaksanakan proses identifikasi ke-45 korban pesawat penumpang Sukhoi.
Keseluruhan korban Sukhoi yang teridentifikasi terdiri atas 31 pria, dan 14 perempuan. Dilihat berdasarkan kewarganegaraan terdiri atas 35 WNI dan 10 WNA. "Korban Sukhoi yang telah diteridentifikasi akan segera diserahkan kepada pihak keluarga," demikian Kapusdokkes Polri, Brigjen Pol. Mussadeq Ishaq.
Pewarta: -
Editor:
Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
