
BPPKAD Blora: Dana Kelurahan tahun 2026 mencapai Rp14,4 miliar

Blora (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menyebutkan Dana Kelurahan (Dakel) Tahun 2026 sebesar Rp14,4 miliar untuk 24 kelurahan yang tersebar di 16 kecamatan.
"Dengan dana sebesar Rp14,4 miliar maka rata-rata per kelurahan mendapatkan alokasi sekitar Rp600 juta, sesuai kebutuhan masing-masing kelurahan," kata Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Blora Ahmad Nafik Udin di Blora, Selasa (3/2).
Ia menjelaskan penggunaan Dana Kelurahan 2026 difokuskan pada dua sub kegiatan utama, yakni pembangunan sarana dan prasarana kelurahan serta pemberdayaan masyarakat.
"Fokusnya untuk sarpras kelurahan dan pemberdayaan masyarakat," ujarnya.
Nafik menambahkan pada tahun 2025 alokasi Dana Kelurahan untuk 24 kelurahan di Kabupaten Blora bervariasi, mulai dari yang terendah sekitar Rp720 juta hingga Rp1 miliar. Total anggaran pada 2025 mencapai Rp17,2 miliar.
Kabupaten Blora memiliki 24 kelurahan yang tersebar di sejumlah kecamatan. Sebaran terbanyak berada di Kecamatan Blora dengan 12 kelurahan, disusul Kecamatan Cepu sebanyak enam kelurahan. Sementara kelurahan lainnya tersebar di Kecamatan Ngawen, Randublatung, Jepon dan Kunduran.
Berdasarkan rincian alokasi, sejumlah kelurahan memperoleh pagu dana kelurahan sebesar Rp600 juta dengan porsi terbesar diarahkan untuk pembangunan sarana dan prasarana.
Misalnya, Kelurahan Karangjati mendapatkan Rp600 juta dengan rincian untuk sarana dan prasarana (Sarpras) Rp470 juta dan pemberdayaan Rp130 juta, Kelurahan Bangkle dengan alokasi Rp600 juta untuk sarpras Rp488 juta dan pemberdayaan Rp112 juta, dan Kelurahan Tempelan degan alokasi Rp600 juta dimanfaatkan untuk sarpras Rp487 juta dan pemberdayaan Rp113 juta.
Selain itu, Kelurahan Kedungjenar memperoleh total Rp600 juta dengan rincian sarpras Rp502 juta dan pemberdayaan Rp98 juta. Kelurahan Kunden memperoleh total Rp600 juta dengan sarpras Rp503 juta dan pemberdayaan Rp97 juta, serta kelurahan lainnya dengan besaran yang bervariasi.
BPPKAD Blora berharap Dana Kelurahan tersebut dapat memperkuat pembangunan lingkungan di tingkat kelurahan, meningkatkan kualitas pelayanan dasar, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan.
Lurah Mlangsen Evi Kartikasari mengatakan Dana Kelurahan 2026 sebesar Rp489 juta akan diprioritaskan untuk pembangunan sarpras, terutama pembenahan drainase guna mencegah banjir di wilayah pusat kota.
"Dana Kelurahan tahun ini turun dari sekitar Rp600 juta pada 2025. Perbaikan drainase difokuskan di RW 3, sementara pavingisasi hanya dialokasikan sekitar Rp100 juta," ujarnya.
Baca juga: Pemkab Blora menerapkan efisiensi belanja OPD siasati berkurangnya TKD
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
