Logo Header Antaranews Jateng

Undip berangkatkan tim relawan kedua ke lokasi bencana alam Sumatera

Rabu, 10 Desember 2025 19:29 WIB
Image Print
Tim relawan kedua Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) yang dikirim untuk membantu korban bencana alam di Sumatera. ANTARA/HO-Undip

Semarang (ANTARA) - Universitas Diponegoro (Undip) Semarang memberangkatkan tim relawan kedua Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) untuk membantu korban bencana alam di Sumatera.

Pelepasan tim relawan Undip dilakukan Wakil Rektor IV Undip Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Wijayanto, di Hall Gedung Widya Puraya, Rektorat Undip Tembalang, Semarang, Rabu.

Wijayanto menyampaikan apresiasi mendalam kepada para relawan untuk menjalankan misi kemanusiaan di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Ia menegaskan bahwa seluruh unsur yang terlibat mulai dari dokter spesialis, psikolog, ahli gizi, perawat hingga tim logistik dan publikasi telah menunjukkan kontribusi nyata Undip dalam berdiri bersama masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

"Hari ini kita berduka, dan saudara-saudara kita tidak boleh dibiarkan sendiri. Keberangkatan 14 relawan ini membuktikan bahwa Undip hadir dan peduli, memastikan mereka tidak merasakan kesendirian," katanya.

Ia menambahkan bahwa misi tersebut merupakan wujud konsisten Undip dalam menebarkan manfaat bagi bangsa.

"Semoga seluruh proses berjalan lancar dan para relawan kembali dengan selamat. Undip akan terus berperan, sejalan dengan semangat Undip Bermartabat dan Bermanfaat," katanya.

Menurut dia, pengiriman tim kali ini semakin kuat karena mendapat dukungan dari Ikatan Alumni Kedokteran Undip (Ika Medica) yang bergabung dengan relawan Fakultas Kedokteran Undip.

Ketua Pelaksana dr. Nugroho Aris Kusuma, yang juga Ketua Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat PP Ika Medica Undip menjelaskan bahwa misi tersebut merupakan bagian kepedulian alumni FK Undip lintas angkatan terhadap masyarakat terdampak bencana.

Ia menyebutkan bahwa rombongan pertama yang dipimpin Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti telah lebih dulu turun memberikan bantuan obat-obatan dan makanan, dan laporan lapangan diketahui bahwa kebutuhan utama saat ini adalah layanan medis.

Oleh karena itu, rombongan kedua difokuskan pada pengiriman dokter bedah, obat-obatan, dan logistik pendukung.

"Pagi ini kami memberangkatkan tiga dokter bedah untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Tim akan berkoordinasi di RSUD Langsa sebelum bergerak ke Aceh Tamiang dan bertugas selama tujuh hari untuk memberikan layanan medis sekaligus melakukan asesmen kebutuhan lanjutan," katanya.

Adapun Tim D-DART Undip yang diberangkatkan berjumlah 14 relawan, terdiri atas tenaga profesional berbagai bidang, meliputi satu spesialis bedah, dua dokter umum, dua perawat, tiga tenaga pendamping psikososial, serta enam personel logistik dan komunikasi.

Mereka akan memberikan layanan medis darurat, pemulihan psikososial, dan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak.



Baca juga: Wali Kota Semarang: Isu lingkungan bukan sekadar pelengkap



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026