Purwokerto (ANTARA) - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hadir sebagai sahabat Ibu Indonesia dengan secara konsisten terus memberikan manfaat dalam menanggung biaya layanan kesehatan bagi ibu Indonesia, mulai dari pemeriksaan kehamilan, persalinan, hingga tindakan kuretase seperti yang telah dilewati Dewi Juliati (32).
Dewi di Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu membagikan pengalamannya memanfaatkan pembiayaan dari Program JKN sejak awal kehamilan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
FKTP menyediakan berbagai jenis pelayanan kehamilan mulai dari kontrol rutin, ultrasonografi (USG), persalinan, dan pascapersalinan. Untuk mendapatkan manfaat tersebut pastikan ibu hamil telah terdaftar sebagai peserta JKN aktif.
“Sampai trimester kedua saya kontrol kehamilan sebulan sekali di Puskesmas. Mendekati kelahiran semakin padat jadwal kontrolnya. Layanan yang diterima sesuai kebutuhan usia kehamilan seperti obat dan USG di trimester pertama dan ketiga,” katanya.
Aspek keterjangkauan dan fasilitas yang memadai dari FKTP cukup untuk menjadikannya sebagai garda terdepan dalam penyelenggaraan sistem pelayanan kesehatan. Meskipun begitu jika berdasarkan indikasi medis memerlukan perawatan lebih lanjut maka ibu hamil akan dirujuk ke rumah sakit.
“Waktu mau lahiran anak pertama di 2017 ternyata pembukaannya lama. Karena posisinya air ketuban sudah pecah jadi harus dirujuk ke rumah sakit untuk persalinan. Layanannya memuaskan, dokternya baik, dan semuanya cepet,” kenangnya.
Kekhawatiran Dewi akan besarnya biaya persalinan dapat tertangani berkat pembiayaan penuh dari Program JKN. Pengalaman positif ini membuatnya yakin kembali mempercayakan Program JKN untuk menemani kehamilan anak keduanya hingga proses persalinan secara normal di tahun 2020.
“Tahun 2023 saya hamil anak ketiga, tapi ada permasalahan. Masuk kehamilan bulan ketiga kok tiba-tiba saya datang bulan. Sempet curiga saya putuskan datang ke Puskesmas. Alhasil dirujuk ke rumah sakit untuk operasi kuretase karena keguguran. Kalau nggak pakai Program JKN tentu biayanya mahal. Mungkin sampai jutaan,” ungkapnya.
Sadar akan manfaat Program JKN yang telah melindunginya dari risiko biaya layanan kesehatan yang tinggi, membuat Dewi tanpa ragu mengajak masyarakat untuk lebih peduli dengan kepemilikan jaminan kesehatan.
“Saya selalu ngajak orang-orang di sekitar saya untuk ikut Program JKN. Lebih baik sedia payung sebelum hujan. Sekalipun nggak dipakai untuk diri sendiri, ini bagus untuk gotong royong. Kita yang sehat bantu yang sakit,” tegasnya.
Program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan memiliki peran yang krusial dalam menanggung biaya kontrol kehamilan dan persalinan. Ini adalah bukti nyata komitmen BPJS Kesehatan untuk memberikan akses layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat, terutama bagi ibu di seluruh Indonesia.

