
JKN kembali jadi penolong: operasi batu ginjal Bagus berjalan lancar dan gratis

Sragen (ANTARA) - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali menjadi penolong bagi masyarakat yang membutuhkan, salah satunya Bagus Farid (32) yang terbantu operasi bantu ginjalnya berjalan lancar dan gratis.
Warga Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah yang berprofesi sebagai wiraswasta tersebut saat ini masih terbaring lemas karena telah selesai operasi pengambilan batu ginjal.
Bagus mengatakan selama ini ia memiliki kebiasaan jarang minum air putih dan sering mengonsumsi minuman kemasan. Kebiasaan yang tidak sehat tersebut menjadi salah satu penyebab Bagus menderita penyakit batu ginjal.
“Sehari-hari saya bekerja sebagai wiraswasta. Pekerjaan yang mobile ke sana kemari dan berat itu membuat saya terbiasa sering mengonsumsi minuman kemasan instant karena praktis,” katanya.
Batu ginjal adalah kondisi ketika terbentuk endapan keras yang menyerupai batu di dalam ginjal atau saluran kemih yang disebabkan oleh tingginya kadar mineral dan garam di dalam urine, sehingga membatu atau mengkristal.
Bagus pertama kali merasakan gejala penyakit batu ginjal sudah sejak tahun 2015. Awalnya, ia hanya merasakan sedikit rasa nyeri di bagian kandung kemih, namun hal tersebut dihiraukan karena setelah minum obat sakit tersebut hilang. Namun seiring dengan berjalannya waktu rasa sakit semakin mengganggu aktivitas sehari-harinya.
Ketika nyeri yang dirasakannya sudah tidak tertahankan, Bagus akhirnya memutuskan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit.
“Saya mengalami gejala sakit di bagian kemih, karena nyerinya tidak tertahankan lagi akhirnya saya langsung menuju ke IGD rumah sakit untuk memeriksakan diri,” ujarnya.
Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan medis, dokter memberi tahu bahwa Bagus menderita penyakit batu ginjal dengan ukuran yang cukup besar dan memerlukan tindakan medis untuk segera di moperasi untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
“Saya kaget ketika dokter mengatakan jika saya menderita penyakit batu ginjal dengan berat kurang lebih setengah kilogram. Dokter mengatakan saya harus segera dioperasi karena kondisi kandung kemih saya sudah membengkak cukup besar,” katanya.
Operasi batu ginjal tentunya membutuhkan biaya yang sangat mahal dan hal ini sempat membuat Bagus khawatir terkait biayanya. Namun, Bagus sadar bahwa ia sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Melalui Program JKN, Bagus mengatakan ia tidak khawatir akan biaya terkait perawatan di rumah sakit hingga pemulihan pasca operasi. Bagus mengerti jika seluruh biaya akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan melalui Program JKN.
“Saya sangat bersyukur bisa mendapat layanan medis yang sangat baik tanpa harus khawatir soal biaya. Program JKN benar-benar membantu saya mendapatkan perawatan yang dibutuhkan tanpa tambahan biaya apapun, di mana salah satunya untuk operasi yang saya jalani sekarang, sangat penting untuk kesehatan saya,” katanya.
Bagus Farid menambahkan jika prosedur operasi dan perawatan penyakit batu ginjal yang ia jalani merupakan tindakan medis yang cukup kompleks, dan memerlukan peralatan serta tenaga medis yang terampil. Namun, ia merasa tenang karena ada dokter dan petugas medis yang sangat andal dan profesional.
“Selama dirawat, saya merasa puas karena mendapatkan pelayanan yang baik dan ramah dari dokter dan perawat tanpa diskriminasi ataupun pembedaan antara pasien BPJS Kesehatan atau pasien mandiri. Tim medis merawat saya dengan penuh perhatian dan komunikatif serta memberikan dukungan moral untuk saya,” katanya.
Bagus berharap ke depan makin banyak orang yang bisa merasakan manfaat dari Program JKN, terutama mereka yang membutuhkan perawatan medis serius. Baginya, Program JKN ini sangat membantu, dan ia berharap semoga pelayanan BPJS Kesehatan makin baik dan banyak orang yang bisa mendapat akses kesehatan yang terjangkau seperti dirinya.
Pewarta : Aris Wasita
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
