Tegal (ANTARA) - Kota Tegal mencatatkan nilai indeks pembangunan keluarga (i-Bangga) berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Tengah, kata Ketua Tim Kerja Keuangan dan Pengelolaan BMN BKKBN Provinsi Jawa Tengah Marte Listiowati.
"I-Bangga Kota Tegal mencapai 64,44 lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Tengah yang berada di angka 63,9," katanya di Tegal, Jumat.
Ia yang mewakili Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah dalam acara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2025 mengatakan nilai tersebut terdiri atas dimensi ketenteraman sebesar 55,49 dimensi kemandirian 65,20, dan dimensi kebahagiaan keluarga yang paling tinggi 72,63.
"Jadi, rata-rata keluarga di Kota Tegal bahagia. Semoga ke depan di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota nilainya terus meningkat," katanya.
Ia juga mengapresiasi capaian Pemerintah Kota Tegal dalam memberikan sosialisasi kepada calon ayah.
Dari target 1.018 orang, kata dia, sebanyak 1.203 calon ayah telah mendapatkan edukasi mengenai peran aktif ayah dalam pengasuhan, perlindungan, dan pendidikan anak.
"Capaian ini menunjukkan bahwa Kota Tegal telah melampaui target hingga 118,17 persen," katanya.
Menurut dia, pengasuhan orang tua yang baik sangat penting karena berdampak langsung terhadap tumbuh kembang anak baik secara fisik, emosional, sosial, maupun moral.
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menyampaikan bahwa keluarga bukan sekadar ikatan darah atau tempat tinggal melainkan ruang pertama bagi setiap insan untuk belajar tentang kasih sayang, tanggung jawab, dan nilai-nilai kehidupan.
"Dari keluargalah lahir generasi yang menentukan wajah masa depan bangsa. Maka dari itu, memperkuat ketahanan keluarga sama artinya dengan memperkuat ketahanan nasional," katanya.
Dedy Yon menambahkan ketahanan keluarga tidak hanya dibangun melalui kebijakan pemerintah tetapi juga melalui kepedulian dan keterlibatan seluruh lapisan masyaraka seperti kader PKK, posyandu, organisasi perempuan, tokoh agama, hingga dunia usaha.
"Saya mengajak kita semua untuk menjadikan peringatan Hari Keluarga Nasional tahun ini sebagai momentum refleksi sekaligus aksi nyata. Mari kita mulai dari rumah masing-masing, jadikan keluarga sebagai tempat tumbuhnya kasih sayang, komunikasi yang baik, dan saling menghargai," katanya.

