Wonogiri (ANTARA) - BPJS Kesehatan mengajak masyarakat Wonogiri, Jawa Tengah sadar jaminan sosial dengan memanfaatkan program jaminan kesehatan nasional (JKN).
Terkait hal itu, BPJS Kesehatan berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (KEMENKO PM) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertema Bersama Peduli, Bersama Terlindungi, Bersama Berdaya: Wujudkan Kesadaran Jaminan Sosial untuk Semua di Kabupaten Wonogiri, Kamis.
Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga perwakilan instansi pemerintah dan swasta.
Pemberian informasi mengenai Program JKN ini disambut dengan antusias oleh seluruh peserta. Antusiasme tersebut terlihat dari semangat peserta dalam mengikuti sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman seputar pelayanan JKN.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan makin memahami pentingnya menjadi peserta JKN serta mengetahui hak dan kewajiban dalam mengakses layanan kesehatan.
Asisten Deputi Jaminan Sosial KEMENKO PM Kurnia Listiyarini memberikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan atas pelaksanaan kegiatan edukatif ini. Menurutnya, kegiatan sosialisasi seperti ini memiliki nilai strategis dalam memperluas pemahaman publik tentang penyelenggaraan Program JKN.
"Program ini sangat penting diketahui oleh seluruh masyarakat, terutama terkait prosedur dan alur pelayanan. Banyak informasi yang kami dapatkan dari kegiatan ini, dan kami menjadi lebih paham mengenai hak dan kewajiban sebagai peserta JKN," katanya.
Ia juga menambahkan selama ini pelayanan yang diterima sebagai peserta JKN sudah berjalan baik. Kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan terus terjalin dengan positif, sehingga masyarakat dapat merasakan pelayanan yang memuaskan di berbagai tingkatan layanan.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno turut menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan sosialisasi ini. Ia menilai informasi yang disampaikan sangat relevan dan membantu masyarakat memahami alur layanan kesehatan.
“Kegiatan ini sangat edukatif dan memberikan informasi yang jelas tentang Program JKN. Saya melihat transparansi layanan di fasilitas kesehatan makin baik. Masyarakat kini bisa mengakses informasi terkait Program JKN hanya dengan satu genggaman saja, yaitu melalui HP dengan aplikasi Mobile JKN," katanya.
Pada aplikasi tersebut, pengguna dapat mengetahui informasi pelayanan Kesehatan seperti ketersediaan tempat tidur di rumah sakit secara mudah.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta Debbie Nianta Musigiasari mengatakan BPJS Kesehatan memiliki tanggung jawab untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat dan mekanisme Program JKN.
Ia juga menekankan pentingnya mendengarkan pengalaman peserta agar BPJS Kesehatan dapat terus meningkatkan mutu pelayanan.
"Kami tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mendengarkan kebutuhan peserta. Melalui kegiatan ini kami dapat memastikan layanan yang diberikan sudah sesuai dengan harapan Masyarakat serta kami berupaya improve lebih baik lagi ke depannya," katanya.
Selain sosialisasi tatap muka, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai kanal layanan digital BPJS Kesehatan, seperti Aplikasi Mobile JKN dan Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA).
Melalui layanan digital ini, masyarakat dapat melakukan pendaftaran peserta, perubahan data, antrean fasilitas kesehatan, skrining riwayat kesehatan, hingga mengecek ketersediaan tempat tidur dan jadwal operasi tanpa harus datang ke kantor cabang.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan sosial.
Dengan dukungan berbagai pihak, BPJS Kesehatan berharap semakin banyak masyarakat yang peduli dan aktif menjadi peserta JKN.
“Banyak masyarakat yang belum sepenuhnya menyadari pentingnya menjadi peserta JKN. Melalui edukasi seperti ini, kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga lebih banyak orang dapat merasakan manfaatnya,” katanya.

