Semarang (ANTARA) - BPJS Kesehatan Cabang Semarang terus menggenjot pemberian informasi langsung kepada seluruh lapisan masyarakat yang akurat dan komprehensif terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Gerakan Terdepan JKN (Garda JKN).
Garda JKN menjadi garda terdepan relawan yang terlatih untuk mendampingi masyarakat secara langsung dan dan mampu menjadi agen perubahan serta corong informasi terkait Program JKN di lapangan.
Merangkul 50 orang Penyuluh Agama Kementerian Agama Kota Semarang, 45 Kader Kesehatan dan 81 Pendamping Program Keluarga Harapan BPJS Kesehatan dan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat berkolaborasi meningkatkan kapasitas dan penguatan peran relawan dalam mendukung pencapaian target RPJMN 2025–2030 di bidang Pembangunan bidang kesehatan.
Asisten Deputi Jaminan Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kurnia Listiyarini menyebut kehadiran relawan Garda JKN dalam rangka memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan informasi Program JKN dan layanan kesehatan. Selain itu, bagaimana membantu masyarakat yang kurang mampu untuk memperoleh jaminan kesehatan.
“Sebagai Garda JKN, kita menjadi influencer yang mampu menjadikan masyarakat lebih sehat tanpa harus menghabiskan uang yang banyak, karena jatuh sakit jadi miskin. Hadirnya para relawan ini untuk memperkuat literasi Program JKN yang dimiliki oleh masyarakat untuk memperluas akses pelayanan kesehatan yang adil dan merata,” ucapnya.
Terlebih capaian kepesertaan Program JKN di wilayah Jawa Tengah saat ini mendekati Universal Health Coverage (UHC) yakni mencapai sekitar 98–99% dari populasi. Hal ini merupakan suatu capaian yang patut diapresiasi.
Namun, berbagai tantangan di lapangan, seperti rendahnya literasi masyarakat terhadap manfaat dan mekanisme JKN, persepsi yang keliru mengenai kewajiban kepesertaan, serta keterbatasan informasi di tingkat komunitas. Kondisi ini berpotensi menghambat perluasan cakupan kepesertaan dan efektivitas program secara keseluruhan.
“Kota Semarang sendiri telah meluncurkan berbagai program untuk meningkatkan keaktifan peserta dan pemahaman peserta melalui sosialisasi ke sekolah dan komunitas. Kali ini relawan Garda JKN akan mendapatkan pelatihan untuk kemudian menjadi trainer di wilayah masing-masing, para relawan dapat menjembatani kebijakan ke ranah praktis, seperti menjelaskan manfaat JKN, memandu pendaftaran, membantu verifikasi data, dan memfasilitasi akses layanan bagi keluarga rentan,” tambahnya
Sementara itu, Kepala Bidang Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Semarang Primasari Yuswardhani Suryaningtyas mengatakan sebuah sistem jaminan sosial bagaikan atap besar sebuah rumah yang melindungi penghuni di dalamnya. Relawan Garda JKN merupakan tiang-tiang penyangga dari rumah yang memberikan perlindungan jaminan kesehatan.
“Tanpa relawan yang berdaya semangat JKN sebagai wujud keadilan sosial dan gotong royong bisa ambruk. pelatihan hari ini sebagai upaya besar kita dalam membangun pondasi kesadaran dan kepedulian masyarakat,” ucapnya.
Kemajuan kota tidak hanya berdasarkan kemajuan infrastruktur fisik, namun juga rasa aman sosial, rasa tenang ketika sakit, rasa terlindungi dari resiko hidup, dan rasa percaya negara hadir untuk menjamin kesejahteraan warga negaranya.
“Program JKN ini sebagai jembatan mewujudkan cita-cita dan kenyataan di lapangan. Disinilah peran Relawan Garda JKN menjadi sangat penting bukan hanya sebagai penyampai informasi, juga penggerak rasa gotong royong dalam Program JKN,” tambahnya.
Berdasarkan hasil survei efektivitas sosialisasi tahun 2024, terdapat improvement yang perlu dilakukan oleh BPJS Kesehatan dalam kegiatan pemberian informasi langsung antara lain waktu, tempat dan frekuensi pelaksanaan sosialisasi. Khususnya di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), memiliki keterbatasan akses terhadap informasi yang akurat dan komprehensif mengenai program JKN.
“Kota Semarang juga memiliki tantangan tersendiri, sehingga melalui Garda JKN BPJS Kesehatan perlu berkolaborasi dengan figur/sosok/tokoh masyarakat yang berasal dari daerah setempat dan memahami konteks lokal, untuk dapat menjadi saluran informasi yang terpercaya serta dapat menerjemahkan informasi kompleks mengenai program JKN ke dalam konteks yang mudah dicerna masyarakat,” ucap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy
Dengan implementasi Garda JKN, diharapkan dapat memperkuat kolaborasi, kemitraan dan sinergi dengan Pemerintah Daerah dan stakeholder lokal dan titik layanan informasi pertama (first point of contact) masyarakat terkait Program JKN semakin mudah dijangkau

