Blora (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, menyiapkan 127 paket pekerjaan dengan total nilai pagu anggaran mencapai Rp324,85 miliar dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp319,68 miliar.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Kabupaten Blora Widyaningsih di Blora, Jumat, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Blora dalam mempercepat pembangunan lintas sektor serta memperkuat fondasi ekonomi daerah berbasis pemerataan infrastruktur.
"Program ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Blora untuk mempercepat pembangunan lintas sektor serta memperkuat fondasi ekonomi daerah berbasis pemerataan infrastruktur," ujarnya.
Menurut dia, dari total 127 paket pekerjaan tersebut, sebagian besar meliputi pekerjaan konstruksi, pengadaan barang dan jasa konsultansi yang tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
Widyaningsih menegaskan seluruh proses pengadaan dilakukan secara terbuka melalui sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) guna menjamin transparansi dan akuntabilitas publik.
Ia menjelaskan selisih sekitar Rp5,17 miliar antara nilai pagu dan HPS menunjukkan adanya ruang efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas pekerjaan.
"Pagu merupakan batas tertinggi anggaran yang disediakan, sedangkan HPS menjadi dasar dalam proses pelelangan. Selisih tersebut mencerminkan efisiensi dengan tetap mengedepankan mutu dan ketepatan waktu pelaksanaan," ujarnya.
Dari total paket yang disiapkan, sekitar enam hingga tujuh paket harus mengulang proses tender karena kekurangan dalam kelengkapan administrasi.
Widyaningsih menambahkan, proyek dengan nilai di atas Rp200 juta wajib melalui mekanisme tender LPSE, sedangkan pekerjaan bernilai di bawahnya dapat dilakukan dengan pengadaan langsung sesuai ketentuan.
Selain bersumber dari APBD 2025, Pemkab Blora juga memanfaatkan pinjaman daerah sebesar Rp215 miliar dari Bank Jateng yang telah memperoleh persetujuan Kementerian Keuangan. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan dan perbaikan 41 ruas jalan di berbagai kecamatan.
Beberapa ruas prioritas di antaranya Jalan Mojowetan–Sidomulyo–Lemahputih di Kecamatan Banjarejo dengan pagu Rp3 miliar, serta Jalan Blora–Nglangitan di Kecamatan Blora–Tunjungan senilai Rp5 miliar. Seluruh proyek ditargetkan rampung pada akhir 2025.
Dari total pinjaman tersebut, Rp205 miliar difokuskan untuk proyek jalan, sedangkan Rp10 miliar dialokasikan sebagai cadangan kas daerah (liquid reserve) guna menjaga likuiditas keuangan.
Kesepakatan pinjaman itu telah ditandatangani antara Pemkab, DPRD dan Bank Jateng pada 9 Mei 2025 di Semarang.
Sementara itu, dari APBD 2025, Pemkab Blora juga mengalokasikan 81 proyek tambahan, di antaranya peningkatan Jalan Jepon–Bogorejo–batas Kabupaten Tuban senilai Rp3,1 miliar dengan volume beton 1.010 meter x 5,5 meter, serta peningkatan Jalan Tambaksari–Puledagel di Kecamatan Jepon senilai Rp917 juta.
Secara keseluruhan, tercatat 217 proyek pembangunan telah berjalan sejak September 2025. Hal ini mencerminkan keseriusan Pemkab Blora dalam mempercepat realisasi pembangunan yang produktif, efisien, dan berdaya saing.
Pemkab Blora berharap seluruh proyek dapat selesai tepat waktu dan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

