
Menag: Hindari Keringnya Rohani

Sebab, hanya bangsa yang kuat rohaninya dan sejahtera kehidupan social ekonominya akan mampu menjadi bangsa yang unggul, mampu bersaing dengan bangsa lain di abad mendatang, kata Suryadharma Ali ketika memberikan sambutan pada Upacara Agung Kalacakra umat Buddha Tantrayana Indonesia di Sentul, Bogor, Jabar, Minggu sore.
Hadir pada acara itu Dirjen Pendidikan Islam, Nur Syam, Dirjen Bimas Buddha Joko Wuryanto, Staf Khusus Menag Budi Setiawan, dan Ketua Umum Walubi Hartati Murdaya, serta tokoh penting dalam acara itu Yang Arya Dharma Raja Mahaguru Shen Yen Lu dan para biksu dari beberapa negara sahabat.
Ketua Umum Walubi Hartati Murdaya berharap upacara itu dapat meningkatkan kualitas pengikut agama Buddha sekaligus dapat mencapai kesucian batin. Pada upacara tersebut hadir sekitar 20 ribu umat Buddha, termasuk sekitar 7.000 umat Buddha dari berbagai negara.
"Kalacakra bisa dimaknai sebagai upaya pencapaian penyatuan antara individu dan alam semesta, untuk mencapai tingkat terakhir dari kesempurnaan," katanya menjelaskan.
Manusia adalah bagian dari alam. Untuk itu, lanjut dia, umat Buddha dengan ritual tersebut dapat meningkatkan cinta kasih, welas asih, senasib, dan sepenanggungan, kata Murdaya.
Menag Suryadharma Ali menegaskan bahwa dewasa ini yang paling dibutuhkan dalam pembangunan bangsa yang unggul adalah adanya keseimbangan antara lahir dan batin, antara mengejar kebahagiaan hidup di dunia dan hidup setelah mati. Keseimbangan seperti itu tak mungkin dapat dicapai tanpa pengorbanan dan kerja keras yang dilandasi oleh semangat kekeluargaan dan kegotong-royongan sesama umat sebangsa.
Pembangunan yang dilaksanakan, katanya, telah membawa keberhasilan tetapi juga masih ada kekurangan dan kelemahan. Tetapi tidak perlu berkeluh kesah dalam menghadapi yang mengakibatkan kehilangan kendali dan lupa diri, apalagi melakukan tindakan yang dapat merusak kepentingan bangsa.
Menag mengajak umat Buddha untuk memperbanyak rasa syukur. Sebaliknya juga harus tetap sabar jika dihadapkan kepada kekurangan dan ketidakberhasilan. Tolong menolong sesama adalah kunci keberhasilan.
"Usaha ini memang tak mudah, tetapi dengan tekad kuat dan semangat keikhlasan, kita yakin akan berhasuil. Untuk itu umat Buddha diharapkan dapat mengambil bagian di dalamnya," pinta Menag Suryadharma Ali.
Pewarta: -
Editor:
Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
