Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta seluruh kepala daerah untuk mengaktifkan dan mengefektifkan kembali Jogo Tonggo dan sistem keamanan lingkungan (siskamling) di wilayah masing-masing.
"Seluruh Jawa Tengah kita efektifkan kembali terkait dengan siskamling. Di Jawa Tengah sudah ada yang namanya Jogo tonggo, kita efektifkan kembali itu," katanya, di Semarang, Kamis.
Hal tersebut disampaikannya usai rapat koordinasi kondusivitas wilayah di Kantor Gubernur Jateng.
Arahan tersebut sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Jateng Nomor 300.1/88/Setda/2025 tanggal 8 September 2025 yang menekankan pada peningkatan kewaspadaan dini di tingkat desa/kelurahan.
Selain itu, sekaligus menindaklanjuti Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 300.1.4/e.1/BAK pada 3 September 2025 yang ditujukan kepada seluruh gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia.
Dalam surat itu, Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya meningkatkan peran satuan perlindungan masyarakat (satlinmas) dalam menjaga suasana kondusif penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum) di daerah.
Selain mengefektifkan kembali Jogo Tonggo dan siskamling atau pos ronda, sejumlah langkah juga dilakukan untuk menjaga wilayah tetap kondusif.
Di antaranya, pelaporan cepat terkait potensi gangguan trantibum melalui linmas Jateng, penguatan koordinasi antar anggota satlinmas secara intensif, bersinergi dengan TNI/Polri dan masyarakat.
"Kami melakukan kegiatan dengan beberapa karang taruna, siskamling, dan potensi masyarakat untuk menjaga suasana kondusif wilayah," katanya.
Ke depan, ia berharap Jateng yang selama ini dikenal dengan kerukunan warganya itu akan ditingkatkan sehingga keamanan investasi di wilayah tersebut berkembang.
Secara umum, wilayah Jateng terdiri atas 29 kabupaten dan enam kota, 576 kecamatan, serta 7.810 desa dan 753 kelurahan, sementara jumlah satlinmas Jateng per 22 Agustus 2025 sebanyak 254.004 orang.

