Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi meminta kepada Forum Pengurus Karang Taruna untuk ikut mengawal pembangunan desa, pengentasan kemiskinan, dan menggarap potensi yang ada di tiap desa/kelurahan.
Pesan itu disampaikan Luthfi saat mengukuhkan Forum Pengurus Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah periode 2025-2030 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin.
Menurut dia, karang taruna merupakan salah satu tulang punggung penyelenggaraan kegiatan yang ada di desa/kelurahan.
Apalagi, kata dia, saat ini terdapat 5.960 organisasi karang taruna yang tersebar dari tingkat provinsi hingga desa/kelurahan di Jateng yang efektif menjalankan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.
"Ini menjadi potensi masyarakat kita. Dari masyarakat untuk masyarakat. Ini dapat dilakukan oleh karang taruna. Nantinya bersama-sama mengeksplorasi pembangunan di Jawa Tengah," katanya.
Banyak hal yang dapat dilakukan oleh karang taruna dalam rangka mendukung perkembangan ekonomi, menggarap potensi desa, dan pembangunan desa.
Ia menyebutkan salah satu ujung dari kegiatan yang dilakukan adalah penurunan angka kemiskinan di Jateng.
Kondisi terkini angka kemiskinan Jateng pada Maret 2025 mencapai 9,48 persen atau mengalami penurunan 0,10 persen poin dibanding September 2024 yang mencapai 9,58 persen.
"Butuh keterlibatan karang taruna untuk terus menurunkan angka kemiskinan tersebut. Karang taruna harus ikut serta mengawal potensi desa dan pengentasan kemiskinan," katanya.
Sementara itu Ketua Forum Pengurus Karang Taruna Provinsi Jateng I Gede Ananta Wijaya Putra mengaku siap menjalankan pesan Gubernur Ahmad Luthfi.
Langkah awal yang dijalankan adalah melakukan konsolidasi seluruh Forum Pengurus Karang Taruna di Jateng, mulai tingkat provinsi, kabupaten/kota, sampai tingkat desa/kelurahan.
"Setelah itu kami konsolidasikan dan sosialisasi terkait apa yang disampaikan oleh Gubernur Jateng, bahwa kami akan mengentaskan kemiskinan dan masalah sosial yang ada di desa," katanya.
Pada bulan Oktober 2025 juga akan diselenggarakan rakerda bagi seluruh pengurus untuk merumuskan program-program yang akan diturunkan sampai tingkat desa/kelurahan.
"Intinya karang taruna hadir untuk bisa membantu menuntaskan permasalahan sosial yang ada di Jawa Tengah, agar lebih baik dan lebih hebat lagi," katanya.

