Temanggung (ANTARA) - Sebanyak 25 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, telah berdiri dan melayani sekitar 75.375 siswa, baik tingkat PAUD/TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.
Kepala Dinas Pendidikan Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Temanggung Agus Sujarwo di Temanggung, Kamis, menyampaikan sebanyak 25 SPPG tersebut berada di Kecamatan Temanggung, Kranggan, Bulu, Pringsurat, Candiroto , Kedu, Kandangan, Kaloran , dan Parakan.
Ia menyampaikan di Temanggung total ada sekitar 130.000 siswa, rencana membutuhkan dapur SPPG sebanyak 50 hingga 56 dapur.
"Sementara evaluasi kita lancar, anak-anak juga bisa menerima menu, artinya menu itu habis kalaupun ada sisa wajar. Kemudian dari sisi yang lain belum ada laporan anak yang mengalami gangguan pencernaan maupun keracunan akibat program makan bergizi gratis (MBG) ini," katanya.
Ia menuturkan, sesuai kebijakannya dari pusat yaitu Badan Gizi Nasional (BGN), syarat pendirian SPPG itu yakni pengusaha mengajukan diri ke yayasan yang ditunjuk oleh BGN.
"Jadi verifikasinya baik lokasi kemudian peralatan, personel yang menangani dan sebagainya semuanya dari BGN , tentu ada perwakilan di Temanggung , di Jawa Tengah, ini ada yang memverifikasi itu layak atau tidak, kalau dinyatakan layak dari sisi sarana prasarana dapur dan sebagainya, setelah itu mereka akan koordinasi ke sekolah calon penerima karena MoU nya antara SPPG dengan sekolah," katanya.
Ia menyampaikan, SPPG akan berkoordinasi dengan sekolah-sekolah terdekat di wilayah masing-masing. Mekanismenya seperti itu sehingga dinas pendidikan hanya melakukan pengawasan saja.
Menurut dia, selama ini satu SPPG dapat melayani beberapa siswa, misalnya di Candiroto hanya bisa melayani 1.800 sampai 1.900 siswa karena memang di situ hanya SD, tetapi di wilayah Temanggung ada yang bisa melayani 3.000-4.000 siswa karena ada SMA.
"Hal ini sangat tergantung dari kemampuan SPPG dan cakupan siswa yang ada di lingkungan SPPG itu , jadi dari 25 itu paling sedikit menangani 1.800 paling banyak 4.000 siswa," katanya

